Sepanjang Jalan Jalur Lingkar Selatan Milik Pemprov Jabar Rusak dan Rawan Kecelakaan

Jalan Jalur Lingkar Selatan milik Pemprov Jabar tepat depan Terminal Bus Tipe A Kota Sukabumi dipenuhi kerikil tajam sangat membahayan pengendara roda dua.| Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Ruas Jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, diprotes warga dan pengguna jalan terutama yang berada di depan Terminal Bus Tipe A, Jalur Lingkar Selatan, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.

Pasalnya, keberadaan jalan yang berstatus milik pemrov Jabar tersebut selain rusak, berdebu dan berkerikil sehingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Terlebih kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Dari pantauan di lapangan, rusaknya sepanjang jalan jalur lingkar selatan ini lebih dari satu tahun tidak ada perbaikan. Kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan apalagi setelah dilakukan penimbunan kubangan dengan menggunakan batu kerikil malah menjadi penyebab jalan berdebu dan batu kerikil berserakan. Hal itu malah mengancam keselamatan para pengendara terutama pengguna roda dua.

Misbah saat membantu arus lalulintas di putaran depan Terminal Tipe A Jalur Lingkar Selatan.| Azis Ramdhani

“Kerusakan jalan ini memang sudah satu tahun lebih, tetapi diperparah lagi adanya penimbunan jalan berlobang hanya dengan batu kerikil saja sehingga banyak pengendara yang terlibat kecelakaan lalu lintas,” salah seorang warga setempat, Misbah (31) yang setiap hari membantu pengaturan arus kendaraan kepada Lingkarpena.id Selasa, (28/03/2023).

Baca juga:  Harlah Ke-65, Sarbumusi Optimis Kembalikan Kejayaan Masa Lalu

Misbah menyebut kondisi ruas jalan tersebut apabila kemarau kondisinya berdebu hingga mengganggu pernapasan. Namun, apabila turun hujan badan jalan dipenuhi lumpur dan juga genangan air hingga 50 centi meter.

“Kalau berdebunya sudah terjadi hampir dua minggu ini, karena ada pihak terkait yang melakukan penimbunan jalan menggunakan batu kerikil saja tanpa diaspal, sehingga jalan berdebu dan batunya berserakan. Banyak pengendara yang kecelakaan,” bebernya.

Tak hanya itu sambung Misbah, apabila kondisi Jalan Lingkar Selatan ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan banyak pengendara yang terjadi kecelakaan lalu lintas setiap harinya.

Baca juga:  Aksi Protes, Warga Cikembar Sukabumi Tanam Pohon Pisang di Ruas Jalan Provinsi

“Apalagi kalau malam hari, kondisi seperti ini harus segera disikapi jangan sampai dibiarkan, karena urusannya dengan keselamatan pengendara. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa,” cetusnya.

Senada dikatakan, salah seorang pengendara roda dua ojek online Agus Setiawan (34) yang merasa prihatin dengan kondisi ruas Jalan Lingkar Selatan saat ini.

“Ya, karena kerusakan jalan ini sangat membahayakan pengendara. Pemerintah harus segera untuk memperbaiki jalan rusak tersebut,” ungkapnya.

Masih kata Agus, seharusnya, Pemerintah melalui Dinasnya terkait dapat melakukan perbaikan secara berkala sehingga jalan tidak mengalami kerusakan parah.

“Perbaikan juga jagan asal-asalan seperti ini hanya ditimbun dengan batu kerikil yang ada bisa membahayakan pengendara. Kalau sudah ada korban siapa yang mau bertanggungjawab,” jelasnya.

Baca juga:  Sekda Ade Suryaman Terima Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Pemprov Jabar

Warga berharap, insansi terkait segera membenahi ruas jalan tersebut demi keamanan dan kenyamanan warga serta pengguna jalan.

“Dinas terkait harus cepat respon demi keamanan dan kenyamanan warga,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah II Sukabumi, Andi Nugroho menjelaskan, UPTD PJJ Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, bakal melakukan pemeliharaan secara berkala sepanjang 11,642 kilometer ruas Jalan Lingkar Selatan dengan nilai anggaran sebasar Rp34.336.225.000 yang dikerjakan PT. Modern Widya Technical (MWT).

“Target pekerjaan ini dilakukan selama 135 hari kalender. Tentunya kami lakukan perbaikan ini, untuk meminilisir terjadi kecelakaan. Kami harap kedepannya, pengendara yang melintas bisa merasa nyaman dan aman,” pungkasnya.

Pos terkait