Densus 88 Anti Teror Polri, Geledah Kediaman HJ Warga Nyalindung Sukabumi

FOTO: Detasemen Khusus Densus 88 anti teror Polri.| dok: Tribratanews.polri

LINGKARPENA.ID | Kediaman HJ (50)Tahun di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat digeledah Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Sabtu (28/12/2024).

Dari hasil penggeledahan itu tim densus 88 anti teror Polri berhasil mengamankan 32 barang bukti termasuk senpi berbentuk pena.

HJ sehari sebelumnya, pada Jumat (27/12/2024) ditangkap Densus 88 di Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sekretaris Desa Sukamaju, Hendri Gustiawan, membenarkan adanya penggeladahan tersebut. Ia menyebutkan, penggeledahan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

Baca juga:  PWI Kota Sukabumi Siap Salurkan Bantuan Tahap Pertama Korban Bencana di Nyalindung

“Iya, kemarin ada tim Densus dan Inafis Polres Sukabumi ke sini. HJ memang warga Desa Sukamaju. Kami tidak menyangka dia diduga terlibat jaringan teroris,” kata Hendri, Minggu (29/12/2024).

Hendri menjelaskan, Densus 88 menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata dan buku. “Ada sekitar 32 barang bukti, di antaranya satu shotgun, tiga senapan angin laras panjang, dan beberapa buku,” tambahnya.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian juga membenarkan penggeledahan tersebut. Menurutnya, Polres Sukabumi hanya membantu pengamanan saat proses penggeledahan dilakukan.

Baca juga:  Jembatan Gantung Viral di Sukabumi Rampung Siap Diresmikan

“Hingga kini, Densus 88 terus menyelidiki terkait keterlibatan HJ dalam jaringan teroris,” ujarnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh Lingkar Pena, HJ diduga terlibat jaringan Negara Islam Indonesia (NII).

“Dia (HJ) bukan eksekutor lapangan. Dari pembicaraan dengan Densus, HJ bukan orang baru di NII. Kalau dalam kesatuan dia bintang empat dan bukan bagian dari operasi lapangan,” sambung Hendri lagi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, HJ, istri dan anak-anaknya sudah tinggal sejak 2010 di Desa Sukamaju. Orang tua bersangkutan berstatus PNS. Selama tinggal di sana, dia jarang tampil bersama-sama warga.

Baca juga:  Kadisperkim Kab Sukabumi Hadiri Pelantikan Pengurus Korwil Apersi Sukabumi-Cianjur, Begini Pesannya

“Memang sekali-kali dia ikut kerja bakti. Tapi seringnya dia pergi ke luar kota,” jelasnya.

Berbanding terbalik dengan suaminya, istri terduga teroris itu dikenal pandai bergaul dan aktif bersosialisasi dengan masyarakat. Bahkan dia tercatat sebagai guru madrasah di daerah tersebut.

“Alhamdulillah, istri dan anaknya tidak terlibat kegiatan teroris yang dilakukan oleh suaminya,” pungkas dia.

Pos terkait