LINGKARPENA.ID | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi gandeng sekolah disegala tingkatan untuk ciptkan lingkungan yang bersih asri dan lestari sebagau perwujudan Sekolah Adiwiyata.
Adiwiyata sendiri adalah program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga sekolah tentang pelestarian lingkungan hidup.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sukabumi Dede Jaenudin, merangkan bahwa ada enam aspek yang sedang digojlok guna mewujudkan hal tersebut, selain itu kata Dede enam aspek ini menjadi penilaian Green School kepada sekolah-sekolah yang akan mengikuti Adiwiyata tingkat kabupaten.
“Adiwiyata itu kan bentuk penghargaan, kita memfokuskan pada perwujudan (Adiwiyata) bagaimana sekolah itu bisa mendidik karakter anak didiknya untuk generasi kedepan,” ucap Dede usai menggelar acara sosialisasi GPBLHS di Hotel Sukabumi Indah rabu (28/05/2025).
Ia juga menyebutkan enam aspek yang dimaksud adalah; pertama bagaimana disekolah itu peduli terhadap pengelolaan sampah, kedua bagaimana sekolah itu peduli terhadap upaya konservasi air.
Ketiga konservasi energi (hemat listrik), keempat berupaya bagaimana kita melakukan upaya penghijauan (penanaman pohon, lokasi pembibitan), kelima menjaga kebersihan, keenam memperhatikan sanitasi lingkungan, serta inovasi lain.
“Itulah mengapa LH (Dinas Lingkungan Hidup) menyasar ke sekolah itu sebetulnya alasannya,” tungkas Dede.
Untuk diketahui, Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) adalah langkah nyata yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Lingkungan Hidup yang melibatkan sekolah-sekolah yang berada dibawah ruang lingkup dinas pendidikan maupun kementerian agama dalam mewujudkan karakter peduli lingkungan untuk generasi bangsa.






