Ratusan Bencana Landa Kota Sukabumi Selama 2025, Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Poto: Dok BPBD Kota Sukabumi

LINGKARPENA.ID|Sepanjang tahun 2025, Kota Sukabumi menghadapi tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sedikitnya 208 kejadian bencana terjadi dalam kurun waktu 1 Januari hingga 30 November 2025, tersebar di seluruh tujuh kecamatan.

Berdasarkan rekapitulasi Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan), rangkaian bencana tersebut menimbulkan kerugian material mencapai Rp2,64 miliar. Selain kerugian ekonomi, dampak sosial juga cukup signifikan dengan 219 kepala keluarga atau 252 jiwa tercatat terdampak langsung.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menjelaskan bahwa bencana yang terjadi mayoritas dipicu oleh faktor cuaca ekstrem. Kondisi tersebut berdampak pada kerusakan ratusan bangunan warga.

Baca juga:  Polemik Salat Ied di Lapang Merdeka, PDPM Kab Sukabumi Soroti Komunikasi Pemerintah

“Total ada 292 unit bangunan yang terdampak, dengan rincian 7 rusak berat, 29 rusak sedang, dan 256 rusak ringan. Luas wilayah yang terpengaruh bencana mencapai sekitar 3.630 hektare,” ungkap Yoseph, kepada lingkarpena. id, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, cuaca ekstrem menjadi jenis bencana paling dominan dengan 108 kejadian. Selanjutnya disusul banjir sebanyak 57 kejadian, tanah longsor 28 kejadian, kebakaran permukiman 12 kejadian, serta angin puting beliung sebanyak 3 kejadian.

Dari sisi nilai kerugian, cuaca ekstrem kembali menempati posisi tertinggi dengan estimasi kerugian mencapai Rp1,82 miliar. Longsor menyumbang kerugian sekitar Rp577 juta, banjir Rp137,8 juta, kebakaran Rp90 juta, dan puting beliung sekitar Rp23,1 juta.

Baca juga:  C'Kopi G4ud Suguhkan Suasana Asyik "Ngopi Ditemani Live Musik"

“Data ini menunjukkan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya sering terjadi, tetapi juga paling besar menimbulkan kerugian,” kata Yoseph.

Secara kewilayahan, Kecamatan Warudoyong menjadi daerah dengan jumlah kejadian bencana tertinggi, yakni 38 kasus. Disusul Kecamatan Baros 36 kasus, Cikole 32 kasus, Gunung Puyuh 29 kasus, Cibeureum 26 kasus, Citamiang 24 kasus, dan Lembursitu 23 kasus.

BPBD juga mencatat November 2025 sebagai bulan paling rawan, dengan total 33 kejadian bencana akibat intensitas curah hujan yang tinggi hingga sangat tinggi. Pada bulan tersebut, 22 warga terdampak dan 20 bangunan mengalami kerusakan, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp493 juta.

Baca juga:  Aksi Polwan Polsek Warudoyong, Evakuasi ODGJ di Bawa RSUD R Syamsudin Bunut

Menghadapi kondisi tersebut, Yoseph menegaskan BPBD Kota Sukabumi terus memperkuat upaya penanggulangan bencana secara komprehensif.

“Kami tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga pada tahap prabencana dan pascabencana. Penguatan mitigasi, edukasi kebencanaan, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terus kami lakukan melalui kolaborasi lintas sektor,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait