LINGKARPENA.ID | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Danny Ramdhani mengkritisi Pembentukan Tim Kota Sukabumi, ia mengatakan keberadaan tim tersebut dikhawatirkan bisa membuat peran dan fungsi birokrasi yang tumpang tindih.
Apalagi kata dia, tim khusus yang bertujuan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sukabumi tersebut, terdiri dari kepala perangkat daerah dan memiliki target untuk meningkatkan PAD sebesar Rp650 miliar pada tahun 2026.
“Sebenarnya tidak usah ada tim-tim seperti itu, di birokrasi sudah jelas terkait dengan optimalisasi pendapatan asli daerah dari pajak dan restribusi ada sekda selalu ketua TAPD. Selanjutnya ada badan pendapatan daerah dan seterusnya,” ujarnya. Selasa (13/01/2026).
“Jangan sampai tim optimalisasi yang dibentuk melibatkan banyak ASN yang bukan cord dinas instansi yang berhubungan dengan peningkatan PAD, pastinya rancu,” tambah Danny.
Anggota Banggar DPRD Kota Sukabumi ini menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada penyiapan operasional di beberapa bulan ke depan, terutama menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran.
Danny menyarankan agar penekanan terkait peningkatan PAD kepada pengusaha dan warga baiknya setelah lebaran, menurutnya, saat ini lebih baik berfokus pada penyiapan bagaimana beberapa bulan ke depan bisa dilakukan secara operasional.
“Kasihan masa awal tahun sudah di genjot, padahal pengusaha dan warga beberapa waktu ke depan sudah berhadapan dengan Ramadhan dan Lebaran,” tutupnya.
Penulis : Rizky Aprilia na
Editor : Redaksi






