LINGKARPENA.ID | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan perhatian serius terhadap keluarga korban penganiayaan yang tewas saat menggelar hajatan pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu (4/4/2026) itu menewaskan Dadang (58), pemilik hajatan, setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda yang diduga melakukan aksi premanisme.
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan keluarga almarhum untuk memberikan dukungan moral. Ia juga mengecam keras tindakan para pelaku yang dinilainya sudah di luar batas kemanusiaan.
“Hari ini saya sudah bersama keluarga almarhum Bapak Dadang. Korban pembunuhan yang dilakukan oleh segerombolan anak-anak muda. Menurut saya, tindakannya sudah tidak bisa ditolerir,” tegasnya.
Ia berharap para pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa seseorang. Selain itu, Dedi juga menyampaikan doa dan empati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Semoga mereka mendapat hukuman yang setimpal. Kepada ibu dan keluarga, semoga dikuatkan, ditabahkan. Almarhum Bapak Dadang semoga diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga menegaskan komitmennya untuk memberantas premanisme di Jawa Barat, yang disebutnya sebagai salah satu musuh utama sejak dirinya menjabat sebagai gubernur.
“Saya berharap berbagai bentuk premanisme harus kita hilangkan. Kita tindak secara bersama-sama, karena sejak saya menjabat, premanisme menjadi musuh utama,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menggelar kegiatan hajatan, termasuk menghindari peredaran minuman keras serta melibatkan aparat keamanan setempat guna menjaga ketertiban.
“Kalau ada kegiatan hajatan warga, agar terbebas dari minuman keras. Dan sebaiknya dipiketin oleh aparat keamanan setempat untuk menjaga kenyamanan dan mengantisipasi segala kemungkinan,” tambahnya.
Sementara itu, jenazah Dadang telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Cijelar, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, pada Minggu (5/4/2026) sore. Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana duka yang mendalam, dihadiri keluarga dan kerabat dekat.
Diketahui, insiden bermula saat sekelompok pria mendatangi lokasi hajatan dan meminta sejumlah uang kepada tuan rumah. Penolakan dari korban memicu emosi pelaku hingga terjadi keributan yang berujung pada pengeroyokan brutal. Korban mengalami luka serius dan meninggal dunia.
Sumber : Akun Facebook KDM






