Warga Cijerah Galang Donasi Perbaiki Jalan Alternatif, Anang Janur Beri Dukungan Saat Reses

Anang Janur anggota DPRD Kab Sukabumi, saat menggelar Reses ke 2 tahun 2026 di Desa Mangunjaya Waluran, Rabu (3/6).[foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Warga Kedusunan Cijerah, Desa Mangunjaya, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, berinisiatif menggalang donasi untuk membangun jalan alternatif yang menghubungkan wilayah mereka dengan pusat pemerintahan Desa Mangunjaya. Upaya tersebut dilakukan karena selama ini warga harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dan melewati sejumlah desa untuk mengurus berbagai keperluan administrasi ke kantor desa.

 

Kondisi tersebut mencuat dalam sesi dialog pada kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan VI Jampangkulon, Anang Janur, S.Pd, yang digelar di Aula Desa Mangunjaya, Rabu (3/6/2026).

 

Kepala Desa Mangunjaya, Irman Firmansyah, menjelaskan Kedusunan Cijerah merupakan satu-satunya wilayah di desanya yang lokasinya cukup jauh dari pusat pemerintahan desa. Kedusunan tersebut terdiri dari lima RT dengan sekitar 100 kepala keluarga.

 

Menurut Irman, apabila warga hendak mengurus administrasi ke kantor desa, mereka harus menempuh perjalanan yang cukup jauh melalui wilayah Kecamatan Jampangkulon maupun Kecamatan Lengkong.

 

“Karena posisi Kedusunan Cijerah berada jauh dari pusat pemerintahan desa, masyarakat harus melewati beberapa desa terlebih dahulu untuk sampai ke kantor Desa Mangunjaya. Kondisi ini tentu menyulitkan warga, terutama saat membutuhkan pelayanan administrasi maupun ketika ada keadaan darurat,” ujarnya.

Baca juga:  Genjot Infrastruktur Desa, Disperkim Bangun Jalan Lingkungan di Cikembar

 

Ia mengungkapkan, saat ini warga bersama tokoh masyarakat setempat secara swadaya mengumpulkan donasi untuk membuka kembali jalan alternatif yang pernah ada sebelumnya. Hingga kini dana yang berhasil terkumpul dari iuran masyarakat telah mencapai sekitar Rp6 juta.

 

“Karena anggaran desa sekarang terbatas, maka atas inisiatif warga mereka menggalang donasi. Pemerintah desa tidak pernah memerintahkan, tetapi itu murni inisiatif warga dan tokoh masyarakat setempat,” kata Irman.

 

Irman menuturkan, jalan alternatif tersebut direncanakan sepanjang sekitar lima kilometer dan akan menembus kawasan lahan milik Perhutani. Jika akses itu dapat dibangun kembali, warga tidak perlu lagi memutar melalui sejumlah desa untuk mencapai pusat pemerintahan maupun fasilitas pelayanan publik.

 

Ia menjelaskan, sebelumnya jalur tersebut sempat dapat dilalui masyarakat. Namun pada tahun 2024 terjadi longsor yang menyebabkan badan jalan rusak dan tidak bisa digunakan.

 

“Dulu sebenarnya jalan alternatif itu sudah ada. Tetapi setelah terjadi longsor pada 2024, jalannya rusak dan sulit dilalui. Saat hujan kondisi jalan sangat licin, bahkan kendaraan sulit masuk. Kalau ada warga sakit atau ibu yang akan melahirkan, proses evakuasi menjadi sangat sulit,” ungkapnya.

Baca juga:  Forkopimcam Kalibunder Gelar Rakor, Sikapi Situasi Pasca Kasus Anak Bunuh Ibu

 

Menurut warga, keberadaan jalan alternatif menjadi kebutuhan mendesak. Selain mempermudah akses administrasi pemerintahan, jalan tersebut juga diharapkan dapat mempercepat penanganan warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

 

Salah seorang tokoh masyarakat Cijerah berharap pemerintah dapat membantu mewujudkan pembangunan akses tersebut.

 

“Kami hanya ingin memiliki akses yang lebih dekat ke kantor desa dan fasilitas kesehatan. Mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah sehingga jalan ini bisa segera dibangun dan dimanfaatkan masyarakat,” harapnya.

 

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Anang Janur mengaku memahami kesulitan yang dialami masyarakat Kedusunan Cijerah. Ia menilai kebutuhan jalan alternatif tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

 

“Keluhan masyarakat hari ini memang lebih banyak terkait infrastruktur jalan. Khusus untuk warga Cijerah, saya melihat kebutuhan akses ini sangat mendesak karena menyangkut pelayanan administrasi, kesehatan, dan mobilitas masyarakat sehari-hari,” ujar Anang.

 

Ia menjelaskan, selama ini warga harus melewati sejumlah desa seperti Desa Karanganyar, Desa Cikarang, Desa Padajaya, Kelurahan Jampangkulon, Desa Tanjung, hingga Desa Sukamukti sebelum akhirnya tiba di Desa Mangunjaya.

Baca juga:  Sat Samapta Polres Sukabumi Bareng Warga Bangun Jembatan Darurat di Bojongsari Nyalindung

 

“Nah, mudah-mudahan pemerintah mendengar keluhan masyarakat Kedusunan Cijerah. Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga yang secara swadaya mengumpulkan dana untuk pembangunan jalan. Ini menunjukkan kuatnya kepedulian masyarakat terhadap kemajuan wilayahnya,” katanya.

 

Meski demikian, Anang mengingatkan bahwa rencana pembangunan jalan tersebut memerlukan koordinasi lintas sektor karena sebagian jalur yang akan dilalui berada di kawasan lahan Perhutani.

 

“Karena lokasi jalan yang akan dibangun berada di lahan Perhutani, tentu diperlukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak agar prosesnya berjalan sesuai aturan. Saya siap mendorong dan membantu mengkomunikasikan aspirasi masyarakat ini kepada pihak terkait,” tegasnya.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat swadaya masyarakat, Anang Janur juga tergerak untuk memberikan bantuan donasi secara langsung sebagai stimulan bagi pembangunan jalan alternatif tersebut.

 

Harapannya, akses sepanjang sekitar lima kilometer yang direncanakan warga dapat segera terwujud sehingga masyarakat Kedusunan Cijerah tidak lagi terisolasi dan dapat memperoleh pelayanan pemerintahan maupun kesehatan dengan lebih cepat dan mudah.

Pos terkait