LINGKARPENA.ID | Kisah pilu seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Bojong Terong, Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, mengundang simpati warganet.
Kisah tersebut mencuat setelah akun Facebook @Adi Yanto Wijaya mengunggah sebuah video pada Senin (24/8/2026). Dalam video berdurasi 5 menit 1 detik itu, seorang perempuan bernama Susum binti Mamat mengungkap kondisi dirinya yang telah sekitar 20 bulan bekerja di Abu Dhabi dalam keadaan sakit.
Dengan suara bergetar dan diselimuti isak tangis, Susum memperlihatkan kondisi jari-jari tangannya yang disebut mengalami sakit cukup parah hingga sulit digerakkan. Ia juga mengaku telah berupaya meminta bantuan kepada KBRI di Abu Dhabi, namun menurut pengakuannya belum mendapatkan respons yang diharapkan.
Di tengah kondisi tersebut, Susum menyebut dirinya belum dapat kembali ke Indonesia karena majikannya disebut tidak mau memulangkannya.
Dalam video tersebut, Susum secara khusus memohon perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Cianjur Dr. Muhammad Wahyu agar membantu proses kepulangannya ke Tanah Air.
“Nami Abi Susum, Abi ti Agrabinta. Pak Dedi Mulyadi, Bapak Aing, KDM, tolong. Saya sakit, saya PMI, kerja di Abu Dhabi, saya TKW, sudah 20 bulan. Saya sakit, tangan saya sampai tidak bisa gerak, tulang-tulangnya sudah keluar,” ucap Susum dengan suara terbata-bata dalam keteranhlgan video tersebut.
Ia kemudian meminta bantuan Bupati Cianjur agar dapat segera dipulangkan.
“Bupati Cianjur, Dokter Muhammad Wahyu, tolong bantuannya. Majikan gak mulangin saya. Tolong bantuannya. Tangan udah kayak gini. Ini tulang-tulangnya sudah keluar. Penyakitnya sudah lama. Mohon bantuannya, Bapak Gubernur Jawa Barat,” sebutnya.
Harapan untuk kembali ke kampung halaman menjadi satu-satunya keinginan yang terus disampaikan Susum.
“Aku mau pulang, aku sudah tidak kuat,” katanya sambil memperlihatkan kondisi jari jari tangannya.
Tangis Susum dalam video tersebut menggambarkan beratnya perjuangan seorang pekerja migran yang tengah menghadapi persoalan kesehatan jauh dari keluarga. Selama sekitar 20 bulan berada di Abu Dhabi, ia mengaku harus menahan sakit sekaligus menghadapi ketidakpastian untuk dapat kembali ke Indonesia.
Unggahan tersebut kemudian menuai perhatian warganet. Banyak yang berharap pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Cianjur, dapat segera menelusuri keberadaan Susum, memastikan kondisi kesehatannya serta memberikan perlindungan dan bantuan agar yang bersangkutan dapat kembali ke Tanah Air.
Kisah Susum juga menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap PMI tidak berhenti ketika mereka berangkat bekerja ke luar negeri. Ketika seorang pekerja migran menghadapi persoalan kesehatan, perlakuan tidak layak, atau kendala kepulangan, kehadiran negara menjadi sangat penting untuk memastikan hak dan keselamatannya tetap terlindungi.
Catatan: Kondisi dan kronologi dalam berita ini berdasarkan keterangan Susum dalam video yang diunggah akun Facebook @Adi Yanto Wijaya. Klaim mengenai tidak adanya respons KBRI dan penolakan majikan untuk memulangkan Susum masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.(*)






