LINGKARPENA.ID | Asep Hidayat, atau lebih akrab biasa disapa Abah Asep, owner Desa Wisata Hanjeli, di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi namanya kian moncer, apalagi ia kini dinobatkan sebagai penerima Penghargaan Svarna Bhumi 2025.
Lelaki pegiat pelestarian Hajeli pangan lokal asal Sukabumi ini kembali diundang program Kick Andy Metro Tv sebagai penerima penghargaan Sbarna Bhumi 2025.
Undangan ini merupaka kali keduanya, sebelumnya, pada Agustua 2020, ia pernah tampil di acara Kick Andy. Diacara tersebut pemuda yang sempat mendapat penghargaan Responsible Tourism Award 2024 di Sarawak Malaysia ini, membagikan pengalamannya mengelola dan mengenalkan tanaman Hanjeli sebagai pangan lokal yang bermanfaat.
“Alhamdulilah saya diundang kembalj ke acara Kick Andy Metro Tv. Dulu tahun 2020 saya pernah di undang diacara yang sama,” ujar Asep kepada lingkarpena.id Rabu (13/8/2025).
Disampaikan Asep, dirinya selama 15 tahun berjuang mengenalkan tanaman Hanjeli sebagai pangan lokal, dari mulai tanaman yang dianggap tanaman biasa menjadi tanaman luar biasa dan banyak dikenal kalangan.
“Alhamdulillah, 15 tahun konsisten mengenalkan Hanjeli sebagai pangan Lokal untuk pelestarian, Diversifikasi Produk, Edukasi Wisata dan Riset nasional dan Internasional,” ujarnya.
Dikelola tangan dingin Abah Asep, tanaman Hanjeli yang dulu dianggap sebagai tanaman tak bernilai, kini tanaman itu menjadi naik kelas dan menjadi simbol ketahanan pangan, edukasi, dan inovasi.
Dengan kegigihan dan keuletan serta kerja kerasnya, ia mampu mengangkat nama Kabupaten Sukabumi sebagai pusat gerakan pelestarian hanjeli.
Penghargaan Svarna Bhumi 2025 yang diterimanya merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi panjang dalam membudayakan pangan lokal dan mengangkat potensi daerah ke tingkat nasional.






