Baznas Kota Sukabumi Bidik Optimalisasi Zakat, Digitalisasi dan UPZ Jadi Prioritas

LINGKARPENA.ID | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi periode 2026–2031 mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperbesar penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Kepengurusan baru yang dipimpin Aceng Najmudin Nawawi sebagai Ketua Umum resmi dilantik di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (13/8/2026).

 

Aceng menilai potensi zakat, infak, dan sedekah di Kota Sukabumi masih sangat besar. Berdasarkan perkiraan yang ada, potensinya mencapai lebih dari Rp148 miliar. Namun, penghimpunan yang saat ini berhasil dilakukan Baznas baru berada di kisaran Rp5 miliar.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian utama kepengurusan baru. Aceng menyebut masih terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara potensi dengan realisasi penghimpunan, sehingga diperlukan pembenahan sistem sekaligus kolaborasi lintas pihak.

 

“Secara potensi kita punya potensi zakat, infak, sedekah itu Rp148 miliar lebih. Hari ini baru terakomodir atau bisa terkumpul Rp5 miliar sekian. Berarti gap-nya masih banyak,” ujar Aceng.

 

Menurutnya, pembenahan regulasi dan pemutakhiran sistem digital akan menjadi bagian penting dalam periode kepengurusan lima tahun ke depan. Dengan dukungan data yang lebih baik, Baznas diharapkan mampu memetakan potensi sekaligus menentukan strategi penghimpunan secara lebih terarah.

Baca juga:  DKP3 Kota Sukabumi Bakal Pantau Pelaksanaan Kurban di 350 Lokasi

 

“Ke depan barangkali penguatan regulasi dulu, dan pemutakhiran digitalisasi. Sehingga kita bisa menganalisis seperti apa dan harus bagaimana untuk mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah di Kota Sukabumi,” katanya.

 

Selain digitalisasi, Baznas juga berencana memperkuat kembali keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Penguatan akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga masjid jami dan titik-titik pengumpulan lainnya.

 

Rencana tersebut nantinya akan dibahas melalui rapat pleno untuk menentukan program kerja serta skala prioritas Baznas selama lima tahun mendatang. Salah satu program yang turut menjadi perhatian adalah optimalisasi kembali gerakan Infak Jumat Berkah sebagai ruang partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah.

 

Baca juga:  IMM Sukabumi Gelar Aksi Damai di DPRT, Polres Sukabumi Kota Lakukan Pengamanan

“Sepertinya kami akan kembali menghidupkan UPZ kecamatan, kelurahan, sampai ke tingkat masjid jami dan yang lain-lainnya,” ucap Aceng.

 

Terkait target penghimpunan yang diharapkan Pemerintah Kota Sukabumi, Aceng menyatakan pihaknya terlebih dahulu akan melakukan analisis. Menurutnya, pemetaan diperlukan agar Baznas dapat memastikan strategi yang disiapkan benar-benar mampu mendukung pencapaian target.

 

“Kita setelah menganalisis baru kita bisa mengatakan ini siap atau tidaknya untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan penguatan tata kelola Baznas ke depan akan diarahkan agar sejalan dengan pengembangan Sukabumi Smart Artificial Intelligence (SukaAI).

 

Data yang dimiliki Baznas nantinya akan menjadi bagian dari sistem tersebut. Integrasi data diharapkan membantu pemerintah dan Baznas dalam membaca kebutuhan masyarakat sekaligus menyusun program yang lebih tepat sasaran.

 

“Satu strategi kerja, program kerja, dan action plan daripada Baznas, termasuk realita kerjanya ini akan dimonitor oleh SukaAI. Jadi semua kita akan masukkan data Baznas ke SukaAI,” kata Ayep.

Baca juga:  KKL di Polres Sukabumi Kota, Pasis Seskoad Analisa Peningkatan Ekonomi Pasca Pandemi

 

Menurut Ayep, data yang terkumpul akan dianalisis untuk menentukan program yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Sukabumi juga akan mempelajari praktik pengelolaan zakat di daerah lain sebagai bahan perbandingan, salah satunya Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

 

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas penghimpunan, tetapi juga memperkuat tata kelola pendistribusian zakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

 

Dengan kepengurusan baru dan dukungan sistem berbasis data, Baznas Kota Sukabumi diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antara potensi zakat yang mencapai lebih dari Rp148 miliar dengan realisasi penghimpunan yang saat ini baru sekitar Rp5 miliar.

 

Kolaborasi antara Baznas, pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan pun dinilai menjadi kunci agar potensi zakat, infak, dan sedekah di Kota Sukabumi dapat dihimpun serta dikelola secara lebih optimal.

Pos terkait