LINGKARPENA.ID – Delapan warga Ciasahan RT 11/03 Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi diduga terindikasi keracunan makanan pada Rabu, pukul 00:15 WIB dini hari tadi.
Petugas penanggulangan bencana Kecamatan (P2BK) Jampang Tengah, Dadi Supardi mengatakan, berawal mendapatkan laporan lisan dari salah satu kepala dusun (Kadus) Ciasahan. Menurut Kadus, ada salah satu warga Ciasahan sedang mendapatkan perawatan medis Puskesmas Jampang Tengah, pada Selasa (18/01/2022) kemarin.
P2BK bersama perangkat desa setempat dan Ketua RT segera melakukan asesmen ke lokasi yang diinformasikan Kadus untuk kaji cepat kejadian tersebut. Kedelapan warga mengalami gejala pusing, diare dan muntah-muntah. Mereka segera dievakuasi guna mendapatkan penanganan medis.
“Satu pasien Daman (56) tahun malam tadi di larikan ke Rumah Sakit rawat inap Kartika Kasih Kota Sukabumi, dini hari tadi. Untuk warga lainnya ditangani di klinik dan Puskemas Jampang Tengah,” ucap Dadi, saat dikonfirmasi Lingkarpena.id Rabu (19/01/2022) siang.
Adapun kedelapan warga dengan gejala seperti keracunan itu antara lain, Daman (56) tahun, Yani ( 27) tahun, Yeni (45) tahun, Lukman (12) tahun, Ika (38) tahun, Ridwan, (4) tahun, Adit, (7) tahun dan Uum (65) tahun.
“Kedelapan warga Ciasahan dengan keluhan pusing, diare dan muntah-muntah ini sudah ditangani pihak medias. Penyebabnya masih dalam penelitian pihak Puskesmas dan Kepolisian Jampang Tengah,” tambah Dadi.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Jampang Tengah Dr. Imanuel membenarkan, ada beberapa warga yang terindikasi gejala tersebut di atas. Pihaknya sudah memberikan penanganan medis kepada para korban. Namun, pihak Puskesmas belum bisa memastikan gejala yang dialami kedelapan warga itu akibat terindikasi keracunan dari makanan.
“Sudah ditangani pihak medis, bahkan ada yang sudah diperbolehkan pulang. Soal penyebabnya, petugas kesehatan keliling (Kesling) saat ini sudah diturunkan untuk mencari tahu penyebab makanan yang dikonsumsi ke delapan warga Ciasahan, Jampangtengah ini,” tutur Dr. Imanuel, saat dihubungi melalui telepon selulernya.
Reporter: Lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin






