Empat Pendekar Silat Asal Eropa dan Asia, Tampilkan Jurusnya di ‘Silat Day’ Ponpes Dzikir Al Fath

Momen foto bersama bersama Pendekar Silat asal Eropa dan Asia di Silat Day dengan pengurus Ponpes Al-Fath Kota Sukabumi.| Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Empat pendekar pencak silat asal Eropa yakni Belanda Olivier Blancquaert, Hellen Pape, Bradley Jacobs, dan David Dallas, kemudian pesilat asal Jepang Kishin, serta pesilat dari Turki Muhammad Irsyad Fatahillah menghadiri festival Silat Day Al Fath di Ponpes Dzikir Al Fath Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (9/10/2023).

Diketahui para pesilat asal Belanda unjuk kebolehan memperlihatkan kemampuannya memainkan jurus pencak silat. Presiden Netherlands Pencak Silat Federation (NPSF) Olivier Blancquaert mengatakan, antusiasme warga Belanda terhadap pencak silat cukup tinggi, terlebih karena banyak warga keturunan Indonesia di sana.

“Keturunan Indonesia di luar Asia paling besarnya di Belanda sampai kurang lebih 2 juta atau 10 persen orang di sana,” kata Oli sapaan akrabnya, kepada Lingkarpena.id.

Baca juga:  Polres Sukabumi Kota Cek Langsung Pengunjung Wisata dan Wajib Vaksinasi

Oli merasa sangat terkesan dengan festival Silat Day Al Fath. Pasalnya dia amat sangat mendukung pengembangan pencak silat di seluruh dunia terutama dari negara asalnya yakni Indonesia.

“Sangat bagus kami rombongan dari Belanda sangat senang diundang di Pesantren Al Fath dan bisa diberi acara yang bagus sekali dengan beberapa perguruan silat dan terutama kami sangat berterimakasih kepada kyai karena juga memberi sesuatu dari perguruan sendiri untuk dibawa ke Belanda dan ilmu goloknya juga,” ungkapnya.

Sebagai presiden induk olahraga pencak silat di Belanda, Oli juga akan mengembangkan jurus khas aliran Sang Maung Bodas yakni jurus Golok Kala Petok dan permainan Boles atau main bola api menggunakan tangan.” tandasnya.

Baca juga:  Mertua Bejat: Gagahi Menantu dan Cucu Sendiri, Penyidik Masih Dalami Kasusnya

Sementara itu pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath KH Fajar Laksana mengatakan, Silat Day Al Fath diselenggarakan untuk mempertemukan para pesilat dari berbagai perguruan dan aliran yang ada di Indonesia dan mancanegara.

Sebab eksistensi pencak silat di dunia internasional sudah sangat diakui terutama setelah ditetapkan oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menjadi world intangible cultural heritage atau warisan budaya tak benda dunia.

Sehingga perlu terus dilakukan langkah-langkah pelestarian melalui berbagai festival dan kegiatan pencak silat serta regenerasi pesilat.

“Pencak silat sudah menjadi warisan budaya tak benda itu semua kerja keras pengurus dan tokoh yang terhimpun dalam IPSI Jawa Barat, IPSI Indonesia, kita wajib memelihara dan menjaga pencak silat itu supaya tetap eksis. Cara menjaga dan memeliharanya kita harus membuat event event kegiatan kegiatan menampilkan seluruh para pesilat supaya ditonton sehingga menjadi kebiasaan tradisi kehidupan di negara kita,” bebernya.

Baca juga:  Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Kota Sukabumi Terancam 15 Tahun Penjara

Dia pun memotivasi masyarakat terutama di Indonesia untuk terus belajar dan mengembangkan pencak silat.

“Makanya itu salah satu empat orang dari negeri Belanda ke sini tuh untuk motivasi kita juga masa dari Belanda jauh jauh belajar pencak silat, di Indonesia ga mau mengembangkan pencak silat oleh karena itu ini menjadi motivasi buat kita semua,” pungkasnya.

Pos terkait