LINGKARPENA.ID | Perkembangan harga bahan pokok penting (Bapokting) di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sukabumi pada pekan pertama Januari 2026 terpantau relatif terkendali.
Hasil pemantauan Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Sukabumi di delapan pasar tradisional menunjukkan sebagian besar komoditas pangan berada dalam kondisi stabil, bahkan beberapa di antaranya mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
Pemantauan dilakukan di Pasar Cisaat, Cibadak, Parungkuda, Cicurug, Palabuhanratu, Sukaraja, Surade, dan Sagaranten. Secara umum, tidak ditemukan lonjakan harga mencolok pascalibur akhir tahun.
Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat turun tipis 0,30 persen menjadi rata-rata Rp14.100 per kilogram. Sementara beras medium berada di angka Rp12.988 per kilogram atau turun 0,19 persen. Adapun beras SPHP terpantau stabil tanpa perubahan harga.
Harga gula pasir juga mengalami koreksi turun dari Rp17.625 menjadi Rp17.500 per kilogram atau turun 0,71 persen. Sedangkan gula merah relatif stabil di kisaran Rp16.188 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, harga masih terjaga. Minyak goreng kemasan 1 liter naik tipis 0,92 persen menjadi rata-rata Rp13.750 per liter. Sementara minyak goreng curah dan Minyakita tidak mengalami perubahan harga.
Untuk kelompok protein hewani, harga daging sapi mengalami kenaikan 1,10 persen dengan rata-rata Rp131.429 per kilogram. Sebaliknya, harga daging ayam ras justru turun 1,91 persen menjadi Rp38.500 per kilogram. Harga telur ayam ras juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,40 persen menjadi Rp30.875 per kilogram.
Komoditas susu menunjukkan tren penurunan. Susu kental manis merek Bendera dan Indomilk masing-masing turun 0,49 persen. Sementara susu bubuk, khususnya untuk balita, mengalami penurunan lebih dalam di kisaran 1,76 hingga 2,44 persen.
Penurunan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah keriting turun 10,14 persen menjadi rata-rata Rp38.750 per kilogram, cabai merah besar turun 7,87 persen menjadi Rp39.500 per kilogram, cabai rawit hijau turun 13,54 persen, dan cabai rawit merah anjlok hingga 20,35 persen menjadi Rp56.250 per kilogram.
Selain itu, harga bawang merah tercatat turun 3,81 persen menjadi Rp34.750 per kilogram, sedangkan bawang putih turun 1,41 persen menjadi Rp26.250 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah komoditas lain seperti ikan, kacang-kacangan, umbi-umbian, tepung terigu, tahu, tempe, gas elpiji 3 kilogram, hingga pisang terpantau stabil. Namun, harga kentang mengalami kenaikan tipis 0,81 persen dan jeruk naik 4 persen menjadi rata-rata Rp16.250 per kilogram.
Kepala Bidang Sarana Distribusi dan Stabilisasi Harga Bapok Disdagin Kabupaten Sukabumi, H. Usep Setiawan, S.Pd.I., MM, mengatakan kondisi harga pada awal tahun masih dalam batas aman dan terkendali.
“Secara umum, awal Januari ini harga bahan pokok di Kabupaten Sukabumi relatif stabil. Bahkan beberapa komoditas strategis seperti cabai dan bawang mengalami penurunan cukup signifikan,” ujar Usep.
Ia menegaskan, Disdagin terus melakukan pemantauan rutin dan berkoordinasi dengan distributor serta pelaku usaha guna menjaga kelancaran pasokan.
“Kami terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku pasar agar distribusi tetap lancar dan tidak terjadi spekulasi harga. Fokus utama kami adalah menjaga keterjangkauan harga beras dan daging sapi yang masih menjadi komoditas dengan nilai tertinggi,” tambahnya.
Meski demikian, Disdagin tetap mewaspadai sejumlah komoditas yang berpotensi memicu inflasi daerah apabila terjadi lonjakan harga, seperti beras premium, daging sapi, serta gula pasir.
“Pemantauan akan terus kami lakukan secara berkala, terutama menjelang momen hari besar keagamaan. Tujuannya agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ketersediaan pangan di pasar tradisional tetap aman,” pungkas Usep.






