Kebakaran Hutan di Cireunghas Berhasil Dipadamkan, BPBD Sukabumi Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

FOTO: Beginilah kondisi Hutan di Cireunghas pasca mengalami kebakaran.[dok.p2bk Cireunghas.]

LINGKARPENA.ID | Kebakaran hutan terjadi di Kampung Lio, Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa tersebut berhasil dipadamkan secara cepat oleh warga setempat dengan peralatan seadanya.

 

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, kebakaran dipicu oleh kondisi cuaca yang cukup panas, meskipun hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan.

 

Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar ± 2.000 meter persegi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.

Baca juga:  Jelang Pilkada, Warga Surade Sukabumi Ditemukan Mengambang di Sungai

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi melalui laporan resminya menyampaikan apresiasi terhadap kesigapan warga dalam menangani kejadian tersebut.

 

“Kami mengapresiasi respon cepat masyarakat sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas. Namun, kami tetap mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca panas,” ujarnya.

 

Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sukabumi pada malam hari terpantau cerah dengan suhu udara sekitar 28 derajat Celsius, arah angin dari barat laut dengan kecepatan 1 km/jam, serta tingkat kelembaban mencapai 63 persen.

Baca juga:  Laporan BPBD Sukabumi, Tidak Ada Kejadian Bencana pada Kamis 9 Oktober 2025

 

Meski demikian, BPBD mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

 

Dalam upaya kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan wilayah melalui berbagai kanal, seperti grup komunikasi P2BK, media sosial, serta frekuensi radio. Selain itu, pengamatan titik rawan bencana juga dilakukan melalui aplikasi kebencanaan seperti InaRisk, InaSafe, dan InaWARE milik BNPB.

Baca juga:  3 Rumah di Parakansalak Sukabumi Terdampak Longsor

 

BPBD juga memastikan kesiapan personel piket siaga Idul Fitri 2026 yang disiagakan di Pos Mako BPBD Cibadak dan Pos Palabuhanratu, serta dukungan peralatan seperti kendaraan operasional, chainsaw, dan pompa air.

 

“BPBD akan terus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menjelang periode libur Idul Fitri, guna memastikan respon cepat terhadap setiap potensi bencana,” tambahnya.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat melalui kontak resmi yang telah disediakan, guna mempercepat penanganan di lapangan.

Pos terkait