Kemenparekraf RI Gelar Sosialisasi Kepada Puluhan Pegiat Desa Wisata Sukabumi

Kemenparekraf RI saat melakukan sosialisasi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kepada para pengelola pariwisata dan ekonomi kreatif desa wisata sukabumi, di Hotel Pangrango Salabinta, Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/07/2022).| Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenkraf RI) menggelar Sosialisasi Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kepada para pengelola pariwisata dan ekonomi kreatif desa wisata sukabumi, acara bertempat di Hotel Pangrango Salabintana, Kecamatan/ Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/07/2022).

Kegiatan tersebut digagas oleh Sekretariat Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan pada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indoneisa (Kemenparekraf RI) ini, juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi X Desy Ratnasari dan Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Andi Yuwono dan lainnya.

Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari mengatakan, pihaknya telah berkolaborasi bersama ASIDEWI dengan Kemenparekraf RI, khususnya deputi peningkatan sumber daya manusia untuk membantu meningkatkan keterampilan dan kafasitas SDM bagi para pelaku pariwisata di Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Bencana Longsor di Parakansalak, Ini yang Dialami Satu Keluarga

“Tidak hanya di desa wisata, tetapi juga ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan juga ada pelaku wisata lainnya yang termasuk swasdaya masyarakat yang memiliki keinginan untuk mengembangkan destinasi wisata di wilayahnya,” kata Desy kepada Lingkarpena.id seusai acara.

Menurut Teh Desy, program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif desa wisata Sukabumi ini, akan dilakukan secara berlanjutan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indoneisa, khsususnya di daerah Sukabumi.

Baca juga:  Kecamatan Kabandungan Dikepung Longsor

“Iya, karena saya sebagai wakil masyarakat Sukabumi semoga diberikan manfaat oleh Allah SWT. Intinya kegiatan ini untuk memberikan manfaat kepada masyarakat Sukabumi, khususnya dalam bidang pariwisata,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Andi Yuwono menambahkan, kegiatan kolaborasi ini dimaksukan untuk peningkatan kafasitas SDM di desa wisata yang ada di Sukabumi. Untuk itu, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti disini dan besar harapannya ada dorongan khusus dari pemerintah untuk program pendampingan bagi desa-desa wisata di Indonesia, khususnya di Sukabumi.

“Kami melihat dan menilai lebih ke dominan Parawisata berbasis masyarakat, Sukabumi memiliki peluang yang cukup luar biasa dan objek destinasi wisata desa di Sukabumi juga sangat berpariatif,” tuturnya.

Baca juga:  Waspada Bencana, Polres Sukabumi Gelar Apel dan Simulasi Search And Rescue

Andi melanjutkan bahwa alasan soal daerah Kabupaten Sukabumi memiliki peluang yang cukup luar biasa karena hal tersebut terbukti sejak tahun 2021 lalu, Kabupaten Sukabumi sudah bisa mengantar objek wisata Cisande mendapatkan anugrah 50 besar desa wisata dari Kemenparekraf RI. Bahkan, di tahun ini juga objek desa wisata hanjeli masuk ke 50 besar desa wisata.

“Berarti desa wisata di Sukabumi sangat luar biasa. Jadi, tinggal bagaimana mendorong kebijakan atau intervensi untuk bisa bertumbuh kembang dan berkelanjutan desa-desa yang ada di Sukabumi,” pungkasnya.

Pos terkait