KKM STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi, Kunjungi dan Motivasi Pengrajin Replika Perahu

Pembuat replika perahu saat menerima kunjungan mahasiswa.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Sejumlah mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri yang tengah melaksanakan program KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) kunjungi pengrajin perahu mini di Kampung Cibangban RT 02/02 Desa Pasir Baru Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi.

Kunjungan para mahasiswa tersebut, dalam rangka memberikan semangat dan motivasi bagi Gopar (35), dimana meski ditengah keterbatasan fisiknya namun masih bisa berkarya dengan menghasilkan rupiah untuk menghidupi keluarga dari membuat replika perahu berbahan dasar kayu.

“Kami intinya berusaha berinteraksi dengan warga setempat, ini ada salah satu menggeluti pembuatan kerajinan replika perahu, ini merupakan bagian dari upaya kami mendukung pengembangan kedepan,” ujar salah seoranh mahasiswa Maudy Nazwa (21) kepada Lingkarpena.id. Selasa (15/8/2023).

Baca juga:  Aa Dede Curhat Dong; Kapolres Simak Keresahan Masyarakat soal Isu Penculikan Anak

Dalam kunjungannya, Maudy bersama rekan rekannya merasa terharu setelah melihat secara langsung proses pembuatan replika perahu yang dilakukan Gopar, dan mendengarkan cerita penyebab kekurangan fisik yang dialaminya akibat kecelakaan tersetrum saat memperbaiki antene tv.

Maudy mengatakan sesaat diberikan kesempatan untuk berdialog dengan pengrajin tersebut merasa terharu dan sedih, karena Gopar masih terlihat semangat meski dengan keterbatasan fisik dan alat pembuat.

“Beliau sudah lama 8 tahun membikin kerajinan perahu kayu, awalnya karena memang kondisinya kekurangan fisik, dan kebutuhan juga,” jelasnya.

Baca juga:  Rusak Berat: Satu Rumah Tertimpa Pohon di Parakansalak Sukabumi

Lanjut Maudy, disela sela pembuatan replika perahu juga ternyata pengrajin tersebut saat ini sangat memerlukan bantuan berupa peralatan mesin untuk memudahkan dalam pekerjaan pembuatan replika perahunya.

“Jadi beliau ingin mempunyai mesin mesin untuk membuat perahu kayu supaya lebih cepat dan banyak, insya Allah nanti kami akan berupaya menyampaikan ini ke dinas terkait atau pemerintah agar mendapat perhatian, terutama untuk keinginan beliau tadi,” terangnya.

Tidak hanya itu, kata Maudy, kedepan pihaknya berencana untuk membatu pemasaran hasil dari kerajinan yang di buat Gopar yang saat ini penjualannya masih diwilayah sekitar dan kawasan objek wisata pantai Cibangban, Desa Pasir baru.

Baca juga:  Bupati Sukabumi Sematkan PIN Purna Tugas 25 PNS

“Harga persatu buahnya, replika perahu yang kecil Rp 30 sampai 50ribu, yang gede Rp 100 sampai 150ribu, mudah mudahan upaya kami ini bisa membantu kedepan,” ucapnya.

Maudy berharap, kunjungannya bersama rekan rekannya tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemerintah melalui dinas terkait untuk membantu atau bekerja sama yang berkelanjutan, sehingga keluhan Gopar yang ingin memiliki mesin dapat terwujud.

“Diharapkan, melalui kolaborasi ini, perlahan tapi pasti, semangat pak Gopar tetap terjaga dan bertahan sekaligus kedepan dapat meningkatkan hasil karyanya,” bebernya.

Pos terkait