Kontur Tanah Labil, Longsor Ancam Rumah dan Tutup Saluran Air di Parungkuda

Kondisi pasca terjadi longsor, warga dan petugas secara bergotong-royong melakukan evakuasi material longsoran yang menyumbat saurrab air.| Foto: p2bk

LINGKARPENA.ID | Sebuah bangunan rumah milik warga mengalami rusak dan terancam akibat longsor yang terjadi pada Sabtu 16 Oktober 2022 di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 14.00 wib tersebut selain merusak rumah warga juga material longsoran menutup saluran air. Bencana tepatnya terjai di Kampung Prungkuda RT 03/01 Desa/ Kecamatan Parungkuda.

Baca juga:  Hujan Deras Sebabkan Bencana di Sejumlah Wilayah Sukabumi, Belasan Warga Mengungsi

Berdasarkan laporan petugas penanggulangan bencana kecamatan (p2bk) Parungkuda, Mochamad Ramdan sapaan akrab Dodon ini dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan PB Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, petugas bersama relawan dan masyarakat langsung evakuasi ke lokasi kejadian guna membersihkan material longsoran secara bergotong-royong.

Rumah ini sudah dikosongkan usai terjadi longsor.| Ist

“Rumah yang terancam dan mengalami kerusakan 1 Kepala Keluarga dihuni 2 jiwa. Saat ini mereka sudah diungsikan ke rumah sanak saudara terdekatnya sebagai langkah antisipasi. Sudah dikosongkan rumahnya,” jelas M Ramdan, dalam keterangannya.

Baca juga:  Inilah Kronologi Kecelakaan Angkot vs Motor di Goalpara

Petugas BPBD bersama pemerintah desa dan relawan warga sekitar langsung membersihkan material longsoran yang menutup saluran air. P2BK juga sudah berkoordinasi dengan unsur muspika Parungkuda bahkan Dinas terkait lainnya.

“Untuk nilai kerugian yang dialami pemilik rumah atau korban masih dalam kajian petugas dan pemerintah desa setempat. Saat ini dibutuhkan yang bersifat segera dan mendesak seperti 200 nuah karung, Terpal dan Bronjong,” tambahnya.

Baca juga:  Pergerakan Tanah Susulan Terjang Kecamatan Pabuaran Sukabumi

Petugas usai melakukan pendataan juga turut memberikan himbauan terutama bagi warga yang tinggal di lokasi yang kultur tanahnya sangat labil harap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca masih esktrim.*

Pos terkait