LINGKARPENA.ID – Insiden pemukulan terhadap sopir box yang terjadi pada Sabtu (12/3/2022) kemarin di Jalan Raya Kadupugur, Cicantayan Sukabumi, semakin viral dan menambah panjang masalah.
Terkait tatangan ‘Bang Jago’ kepada para supir yang viral di Media Sosial ini sehingga Heru Mustawan, selaku Ketua Berkat Mandiri (BM- 01) perwakilan koordinator para supir Bogor- Sukabumi – Cianjur, angkat bicara.
Heru, mengajak para supir untuk meredam situasi tersebut dan menyerahkan seluruhnya terhadap proses hukum soal tantangan ‘Bang Jago’ kepada pihak penegak hukum dalam hal ini adalah pihak Kepolisian.
“Kita serahkan semuanya terhadap proses hukum yang di lakukan pihak kepolisian,” terang Heru kepada awak media, Ahad (13/3/2022).
Menurut Heru, viralnya maslah ini dengan munculnya pesan tatangan yang di lakukan oleh akun facebook milik Refhan Al-Shabii di media sosial.
Dalam pesan tantangan tesebut tertulis “Aing tah ngeus hakan nu kiye, matak Aing wani sia kabeh tong loba bangus di fb. Supir treuk di adu jeng Aing kabeh, Aing budak segog wani kadieu” tulisnya
“Saya sudah makan yang seperti ini, makanya saya berani. Kalian semua jangan banyak bicara di facebook. Sopir Truk ayo beradu sama saya semuanya. Saya anak Segog, jika beranj kesini,” tulis akun tersebut yang mendapat respon negatif dari nitizen.
Lanjut Heru, dirinya mengajak para rekan yang berprofesi sebagai sopir truk di mana pun berada agar tidak terprovokasi oleh tatangan tersebut. Karna ‘Bang Jago’ sudah di amankan oleh pihak kepolisian.
“Jadi semua masalah proses hukumnya kita serahkan saja kepada mereka dan kita akan pantau proses hukum tersebut,” jelas Heru, saat di temui di Mapolsek Cibadak, Minggu (13/03/2021) siang tadi.
Lebih jauh Heru mengatakan, saya mengharapkan agar pihak kepolisian bisa segera menangkap rekan dari ‘Bang Jago’ yang masih menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang). Hal itu tentunya untuk bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Saya berharap para rekan sesama supir terutama supir truk bisa saling menghargai di jalan raya. Ini guna terciptanya kondisi yang kondusif dan tidak mudah terprovokasi dengan hal yang dapat merugikan semuanya,” tandasnya.






