LINGKARPENA.ID | Maman Suparman (68 Tahun) warga Kampung Cilempung, Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hidup penuh penderitaan. Minimnya penghasilan, membuat hidup serba pas-pasan dan mirisnya lagi harus menderita penyakit tumor.
Maman diketahui sudah 30 tahun menderita penyakit tumor ganas berupa benjolan di lehernya yang terus menggerogoti tubuhnya. Alhasil, kian hari tumor itu semakin membesar. Bahkan dirinya pun merasa kesulitan beraktivitas, karena kesulitan menggerakkan leher.
“Awalnya benjolan ini hanya sebesar kelereng. Tidak saya hiraukan karena tidak menimbulkan sakit. Tapi ternyata makin lama makin membesar. Dan membuat leher saya tidak bisa bergerak,” kata Maman kepada Lingkar Pena Selasa (5/11/2024).
Menurut lelaki paruhbaya lulusan SD ini, membesarnya tumor pada lehernya itu juga menyiksanya. Setiap hari rasa sakit terus menderanya dan leher seperti terbakar.
“Saya pernah berobat ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Jampangkulon. Kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Saya tidak sanggup untuk biayanya,” terangnya.
“Ya, meskipun memakai BPJS, tapi untuk biaya yang lainnya tidak ada. Belum lagi kalau saya ke Bandung, anak anak yang di rumah bagaimana biaya hidupnya,” imbuhnya.
Maman yang sehari hari bekerja sebagai pengemudi angkot itu mengaku pasrah dengan keadaan. Sebab, untuk berobat ke rumah sakit tidak mampu, karena biayanya cukup besar. Sedangkan dari hasil kerjanya itu Maman setiap hari hanya bisa mendapatkan uang 30 ribu.

Kondisi Maman yang menderita penyakit tumor ini ternyata sudah diketahui Camat Jampangkulon. Dading, menyatakan, pihaknya sudah mengurus kelengkapan administrasi Maman. Menurutnya jika sewaktu waktu Maman berencana berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan operasi tumor yang kian hari kian membesar tinggal dibawa.
“Ini harus secepatnya di operasi, karena kalau tidak ditangani tumor itu akan semakin mengembang serta mengancam keselamatan nyawa penderita, apalagi tumor tersebut tumbuh di leher yang sangat dekat dengan saluran pernafasasan,” ujar Dading
Saat ini pihak Pemerintah Kecamatan Jampangkulon sedang mengumpulkan donasi untuk biaya pengobatan Maman tersebut.
Diketahui, sudah sembilan tahun Maman bercerai dengan isterinya. Kini ia hidup bersama anak-anaknya dan tinggal di rumah kontrakan yang sederhana.






