LINGKARPENA.ID – Balai Phala Martha Kementerian Sosial RI jemput balita penderita hidrosefalus di Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi pada Senin (10/01/2022). Hal itu guna menindaklanjuti arahan Mensos beberapa waktu lalu saat mengunjungi kediaman keluarga balita tersebut.
Penjemputan balita penderita Hidrosefalus, Muhammad Farhan (3 tahun) oleh Balai Phala Martha Kementerian Sosial RI dilakukan pada Senin siang (10/01/2022) didampingi oleh Muspika Kecamatan Pabuaran. Turut hadir Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, KPAID Kabupaten Sukabumi dan TKSK Kecamatan Pabuaran.
Disampaikan perwakilan Balai Phala Martha Kementerian Sosial Republik Indonesia, Yoga mengatakan, penjemputan Farhan, sesuai arahan Bu Mensos, dimana balita tersebut akan di bawa ke Jakarta untuk menindaklanjuti kesehatannya.
“Hari ini Balai Phala Martha menjemput Farhan, sesuai instruksi dan arahan Bu Mensos kemarin,” ucap Yoga.
Yoga menyatakan, penjemputan ini bukan hanya balita dan ibunya saja namun, keluarganya juga ikut di jemput seperti adik kandung orang tua Farhan agar bisa menemani balita tersebut sehari-hari saat sang ibu melaksanakan kegiatan diluar rumah. Rencananya adik ibu balita tersebut akan turut diberdayakan di Balai nantinya.
“Ya, bukan hanya balita dan ibunya saja yang ikut di jemput. Namun adik kandung orang tua Farhan turut diajak. Nantinya mereka bisa menemani balita dikala sang ibu balita ada kegiatan diluar rumah,” tuturnya.
Sementara, Plh. Camat Pabuaran Mulyadi menambahkan, ia mengucapkan terima kasih kepada Menteri Sosial yang telah meninjau langsung kondisi balita bernama Muhammad Farhan itu. Selain itu juga atas bantuan Menteri Sosial yang akan menjamin biaya pengobatan Farhan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Menteri Sosial yang telah meninjau langsung kondisi Farhan kemarin. Semoga atas bantuan ibu Menteri Sosial ini dapat menuntaskan pengobatan bagi Farhan,” tutur Mulyadi.
Mulyadi sangat mengapresiasi dimana rencana akan diberikan bantuan usaha bagi keluarga Farhan untuk menopang agar meningkatkan taraf hidup orang tua Farhan. Salah satunya dengan memasukannya sebagai penerima PKH dan atau BPNT.
Selain itu, terdapat bantuan modal usaha untuk warung dan ternak ayam petelur.
Harapannya semoga ananda Farhan sembuh kembali dan tumbuh dapat berkembang seperti sediakala.
“Sudah, orang tua Farhan saat ini telah terdaftar sebagai penerima PKH/BPNT. Juga ada bantuan modal usaha untuk warung dan ternak ayam petelur. Dengan begitu kedepannya keluarga Farhan ini diharapkan bisa lebih sejahtera,” imbuhnya.
Reporter: Aris Ram
Redaktur: Akoy Khoerudin






