LINGKARPENA.ID | Saat hujan deras disertai angin kencang pada Kamis, 18 Desember 2024, sebuah rumah milik Enas (70) tahun, warga Kampung Sindanghayu RT 7/03, Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, ambruk dan rata dengan tanah.
Kejadian tersebut mengundang perhatian pemerintah Desa Wanasari dan tokoh masyarakat serta elemen lainnya. Diinisiasi Kepala Desa Wanasari, Irwan Sudarmi, saat ini tengah mengupayakan pembangunan kembali rumah milik janda tua itu.
“Benar kami dan tokoh masyarakat serta elemen lainnya saat kini sedang mengupayakan pembangunan rumah Mak Enas melalui jalur lain, artinya tidak melalui jalur rutilahu karena sekarang Ahir tahun dan pengajuan untuk Rutilahu sudah tutup, kecuali dianggaran tahun 2025,” kata Irwan Sudarmi.
Dijelaskan Irwan, untuk pengajuan Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu ) selain kuotanya terbatas juga memakan waktu cukup lama.
“Kami berharap ada pihak lain yang terketuk hatinya untuk memberikan bantuan kepada Mak Enas. Disamping itu kami dan tokoh masyarakat terus mengupayakan untuk membangun kembali rumah tersebut,” tandas Irwan.
Diketahui, sejak suaminya meninggal, Mak Enas kini hidup menempati rumah tersebut seorang diri. Sejak rumahnya ambruk, Mak Enas kini menumpang di rumah saudaranya.
Hanya satu mimpi besar lansia Ini yakni ingin memiliki rumah baru. Mak Enas berharap ada para dermawan yang terketuk hatinya untuk bersama sama membangun kembali rumahya.
Di usia senjanya Mak Enas harus mengalami getir kehidupan. Harta berharga satu satunya kini sirna diterpa alam yang murka. Tak ada pilihan kecuali berharap dan berdoa seraya bersabar menerima keadaan.
Untuk memiliki rumah kembali Mak Enas berharap ada pihak lain yang membantunya, atau ada keajaiban lain yang akan merubah nasib hidupnya.






