LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kota Sukabumi semakin serius mengembangkan potensi wisata lokal dan sektor ekonomi kreatif. Hal itu dibuktikan dengan audiensi langsung bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana memaparkan sejumlah rencana strategis, mulai dari revitalisasi wisata air panas Cikundul hingga pembangunan gedung kesenian di pusat kota.
“Sukabumi memang tidak punya sumber daya alam besar, tapi kita punya potensi luar biasa di wisata air panas, budaya, dan event-event lokal,” ujar Ayep Zaki.
Wali kota menambahkan, Pemkot menargetkan lonjakan wisatawan hingga 3 juta pengunjung tahun depan, seiring rencana pembukaan tol seksi 3 pada pertengahan 2026.
“Setiap event besar seperti Setukpa selalu membuat hotel penuh. Ini bukti bahwa wisata dan jasa sangat potensial,” ujarnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi strategis Pemkot Sukabumi dan Kemenpar dalam memperkuat sektor wisata daerah. “Dengan dukungan pusat, kami optimistis pariwisata Sukabumi bisa naik kelas,” tandanya.
Wakil Wali Kota Bobby Maulana menegaskan, pertumbuhan wisata terus menunjukkan tren positif. “Kunjungan meningkat 70 persen lebih. Kami juga dorong agar wisatawan tidak hanya berkunjung, tapi menginap dan menikmati suasana kota,” katanya.
Bobby juga menyoroti kekuatan seni dan budaya Sukabumi, seperti permainan tradisional Bola Seuneu dan Wayang Sukuraga yang pernah mendapat rekor MURI. “Kota Sukabumi punya banyak komunitas seni yang aktif. Gedung kesenian akan jadi ruang pertunjukan mereka,” jelasnya.
Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, menambahkan bahwa pihaknya akan segera mengusulkan kampung wisata seperti Kampung Kaligrafi Lemka dan Kampung Naga Odeon ke Kemenpar agar masuk dalam daftar prioritas nasional 2026.
“Kami akan dorong penerbitan SK Wali Kota tentang kampung wisata, sesuai saran Kemenpar,” ungkapnya.
Editor: Redaksi






