Pohon Tumbang Tiga Rumah Rusak di Parungkuda

Pasca terjadi hujan yang disertai anginkencang sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Kanmpung Sukaresmi, Parungkuda, Sabtu (25/6/22).| Foto: P2BK

LINGKARPENA.ID | Hujan deras yang disertai angin kencang dan petir menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Kecamatan Parungkuda pada Sabtu 25 Juni 2022. Akibat bencana tersebut sedikitnya rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut.

Berdasarkan pemantauan petugas penanggulangan bencana kecamatan (p2bk) yang disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Pusdalops PB Kabupaten Sukabumi, Nanang Sudrajat, bencana alam terjadi di Kampung Sukaresmi RT 01/04 Desa – Kecamatan Parungkuda sekitar pukul 16.00 wib.

Baca juga:  DPRD Provinsi, Berharap APBD Berpihak ke Petani

Akibat bencana pohon tumbang yang disebabkan angin kencang, sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan yang diakibatkan bencana tersebut. Petugas P2BK bersama pihak muspika seperti TNI, Kepolisian, KNPI, PolPP, TAGANA, serta sejumlah relawan kebencanaan segera melakukan asesmen dan evakuasi ke lokasi bencana.

“Ketiga rumah yang terdampak, milik Nanu dihuni 3 jiwa, rumah Ana Suhana dihuni 5 jiwa dan rumah milik Iwan Ruswandi dengan jumlah keluarga 2 Jiwa,” ujar Nanang dalam laporan yang diterima awak media melalui keterangan rilisnya.

Baca juga:  Angin Kencang Rusak 4 Rumah dan 1 Mushola di Kecamatan Nyalindung

Petugas secara bersama-sama melakukan evakuasi terhadap pohon tumbang yang menimpa rumah warga dengan cara bergotong-royong. Akibat bencana tersebut satu rumah mengalami rusak ringan dua lainnya rusak sedang.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka pada insiden ini. Kerusakan atas musibah ini untuk kerugian material masih dalam penghitungan pihak pemerintah desa setempat,” tambahnya.

Baca juga:  Angin Kencang Porak Porandakan 1 Rumah di Nagrak Sukabumi

Disekitar lokasi bencana petugas turut melakukan himbauan terhadap warga masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk bencana yang terjadi. Hal itu  mengingat kondisi cuaca saat ini masih ekstrem.**

Pos terkait