Proyek Galian C yang Menelan 3 Korban Jiwa di Nyalindung Diberhentikan

Unsur Forkopimcam Nyalindung saat meninjau lokasi proyek galian C yang menelan tiga korban jiwa di Desa Neglasari Nyalindung.| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi akhirnya memberhentikan aktivitas proyek galian C, yang berlokasi di Kampung Warungwaru, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung tersebut untuk sementara waktu.

Belum lama ini galian C itu diketahui sudah menelan Tiga korban jiwa, bahkan anak di bawah umur. Ketiga korban merupakan warga Warungwaru Desa Neglasari saat bermain di lokasi proyek galian.

Kejadian itu diakibatan adanya kelalaian pihak orang tua dan juga karena tidak adanya penjagaan serta pengawasan melalui pihak perusahaan di lingkungan area proyek galian C sehingga peristiwa maut pun terjadi.

Baca juga:  Hari Pertama Masuk Kerja, Ini Pesan Bupati untuk ASN

“Kami ingin pihak perusahaan kedepan melakukan penataan area agar lebih safety. Ya agar tidak sembarang orang bisa masuk ke area proyek itu. Iya, memang saat ini kondisi proyek masih dalam tahap penataan,” ujar Plt Camat Nyalindung, Mulyadi kepada Lingkarpena.id Sabtu, 13 Januari 2024.

Ditanya soal izin perusahaan, Mulyadi menjelaskan, proses izin perusahaan itu berjalan sewaktu pimpinan atau Camat yang sebelumnya. Menurut dia, ia baru satu bulan menjabat sebagai Camat di Kecamatan Nyalindung.

Baca juga:  Miris! Remaja Pulang Takbiran di Sukabumi Jadi Korban Pembacokan

Jadi sampai saat ini sepengetahuan saya masih dalam proses rekomendasi saya dari Camat yang lama. Saya kan baru satu bulan menjabat di Nyalindung. Proses izin nya masih di tempuh. Dan sepengetahuan saya izin tersebut belum terbit,” jelas Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, untuk  sementara waktu aktivitas proyek tersebut diberhentikan sambil menunggu izin perusahaan itu benar-benar sudah terbit atau legal.

Baca juga:  Kejuaraan Bulutangkis Bupati Sukabumi Cup 2022 Dibuka

“Saya berpesan agar pihak perusahaan dapat memahami dan sementara menutup akses yang menuju area perusahaan jangan sampai ada warga masyarakat bisa keluar masuk secara mudah. Ya harus ada petugas penjaga yang bisa memantau situasi supaya tidak terjadi hal serupa,” pungkasnya.

Pos terkait