Puskesmas Wisata Ujunggenteng Tak Semoncer dan Sebesar Namanya

FOTO: Penampakan Pusat Kesehatan Masyarakat Puskesmas Wisata Ujunggenteng Sukabumi saat ini.| dok. Jajang S

LINGKARPENA.ID | Konon, salah satu alasan dibangunnya Puskesmas Wisata di Ujunggenteng, kata Direktur Bio Farma Indonesia, Drs. Iskandar,A.Pt, M.M untuk memberi pelayanan kepada para pengunjung. Kata Iskandar tujuannya untuk memudahkan wisatawan yang mengalami kecelakaan laut dan lainnya.

Maka, pada 16 September 2013 peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas Wisata Ujunggenteng dilaksanakan, pada prasasti peletakan batu pertama ditanda tangani Dedy Mizwar, wakil Gubernur Jawa Barat waktu itu.

Menurut Iskandar, pembangunan Puskesmas Wisata ini terkait dengan 4 pilar prioritas yang dimiliki perusahaannya, dan salah satu di antaranya adalah kesehatan.

Baca juga:  Empat Pemuda di Push Up Polisi, Ini Sebabnya?

Iskandar mengatakan, Puskesmas Wisata ini benar-benar dibutuhkan setelah beberapa waktu yang lalu ada wisatawan yang meninggal diterjang ombak. Bila wisatawan itu cepat ditangani, kemungkinan besar masih dapat tertolong. “Ini yang membuat kita semakin yakin, kalau ini diperlukan,” tambah dia waktu itu.

Alasan Iskandar memberikan nama Puskesmas Wisata adalah, puskesmas ini beraktivitas setiap hari. Tidak mengenal hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Puskesmas Wisata ini benar-benar buka setiap harinya, termasuk hari libur, di mana hari-hari seperti itu banyak wisatawan yang berwisata ke pantai Ujung Genteng.

Baca juga:  Puluhan Pungli Jukir di kawasan Wisata Cisolok dan Ciemas Sukabumi, Diamankan Polisi
Puskesmas di Kawasan Wisata Ujunggenteng kondisinya saat ini.| foto: Jajang S

Pada 16 Agustus 2014, Puskesmas Wisata yang diklaim untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan itu diresmikan Bupati Sukabumi Drs. Sukmawijaya, M.M.

Fasilitas yang tersedia di Puskesmas Wisata itu antara lain Unit Gawat Darurat (UGD) dan fasilitas untuk melahirkan.

Kini nasib Puskesmas Wisata mulai terlupakan. Kondisinya mengenaskan. Bagian atas bangunan tersebut hancur. Siapa yang harus disalahkan?

Baca juga:  Kerap Menyebabkan Kecelakaan, Jalan Pramuka Cikondang Mirip Sungai Kering

Sementara Kepala Puskesmas Ciracap Nana Resna Rahayu kepada lingkarpena.id menuturkan, pihaknya setiap tahun selalu mengusulkan untuk rehabilitasi. Dan, katanya, tahun ini akan ada rehabilitasi yang anggarannya dari Dana Alokasi Khusus.

“Untuk bangunan sudah diusulkan setiap tahun juga, alhamdulillah tahun ini rencana ada rehab utk pustu ujung genteng dari DAK,” jelas Nana.

Pos terkait