Resahkan Warga Sukabumi, Pembuat Video Hoax Geng Motor Minta Maaf

LINGKARPENA.ID – Tersebar sebuah video di platform media sosial yang menyebutkan keberadaan geng motor di Warung Payung Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, pada Jum’at malam (27/11/2021). Video viral ini membuat resah dan menimbun kepanikan warga Kota Sukabumi dan sekitarnya.

Video berdurasi 0.13 detik tersebut menjelaskan gambaran situasi keadaan di wilayah jalan Jalur Lingkar Selatan tepatnya di Warung Payung genting akibat keonaran yang ditimbulkan geng motor.

“Anu di Warpay (Warung Payung), anu dijero Warpay aya duaan nu dikadekan, ieu balik kanan, anu di kota bejaan tong jalan jalur, balikna jalan kota, bejaan, bejaan, bejaan, ieu urang arek puter arah Nanggeleng, bahaya bahaya bahaya,” ujar orang pembuat video tersebut yang terlihat seperti sedang mengendarai sepeda motor.

Baca juga:  Dibalik Video Viral, Klarifikasi Mang Bono dan Harapan Redanya Polemik di Kasepuhan

Dengan tersebarnya video yang tersebar di berbagai platform media sosial termasuk aplikasi chatting WhatsApp tersebut dianggap telah membuat warga panik.

Menanggapi hal ini, Humas Polres Sukabumi Kota IPTU Astuti mengatakan, pihaknya telah menelusuri kebenaran informasi yang terkandung dalam sebuah video viral itu.

“Yang pasti seluruh jajaran sedang dilapangan, dan situasi kondusif. Untuk membuktikan hoax butuh waktu, semua video beredar begitu cepat, tindak lanjut kita berada dilapangan,” katanya.

Baca juga:  7 Anggota Geng Motor Bawa Saja di Sukabumi Terancam 10 Tahun Penjara

Pada hari Sabtu (27/11/2021) tim Lingkarpena.id mendapatkan video permintaan maaf seorang warga Kebonpedes berinisial SN yang diketahui adalah pembuat video viral tersebut.

Kapolsek Kebonpedes IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti membenarkan bahwa SN telah membuat pengakuan dan permintaan maaf atas video viral yang kebenaran informasinya adalah hoax.

“Ya benar, itu video permintaan maaf dari seorang warga bernama SN seseorang pembuat video hoax yang membuat telah warga resah beberapa hari ini,” kata Tommy.

Tommy menghimbau dan mengajak kepada warga masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan tidak menyebarkan video maupun informasi yang kebenarannya belum dapat dipastikan.

Baca juga:  Terungkap Kasus Bayi Laki-laki yang Ditinggalkan Orang Tuanya di Surade

“Kami berharap agar warga tidak menyebarkan informasi dan video yang belum tentu kebenarannya sehingga dapat meresahkan warga selain itu juga akan terkena UU ITE,” ujarnya.

Tommy menegaskan, masyarakat tidak perlu merasa khawatir atas keresahan maraknya geng motor yang belakangan ini memang kerap membuat onar beberapa wilayah di Sukabumi.

“Kepada warga masyarakat jangan takut dengan keberadaan geng motor ini, karena kami selalu melakukan patroli rutin dan siap menjaga keamanan dari ancaman gangguan geng motor yang meresahkan warga, bila mendapat keresahan silahkan laporkan kepada kami,” pungkasnya.***

Pos terkait