“Pelaku mengaku belajar dari Youtube, kemudian dalam enam bulan ini ia sengaja meracik bahan-bahan kimia. Ya untuk mencari unsur-unsur kimia yang akan digunakan dalam pembuatan sabu. Tapi itu tidak mungkin dan pasti ada gurunya,” jelas Eka Yekti.
Selain itu, untuk membuat sabu, pelaku berbekal bahan yang ada dan mudah didapat. Pelaku mendapat bahan-bahan kimia dari luar kota. Dia berusaha keras memperoleh unsur-unsur kimia yang diperlukan. Selanjutnya semua bahan dicampur menjadi satu untuk diproses.
“Pelaku dalam pembuatan sabu ini berusaha keras menggunakan bahan-bahan yang ada dan mudah didapat. Pelaku untuk mendapatkan bahan-bahan kimia itu dengan cara membeli dari luar kota,” tambah Eka Yekti.
Menurut Eka Yekti, dalam pengungkapan perkara ini, didapat kurang lebih 30 sample barang bukti yang diambil. Sample diambil untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik Polda Jatim.
Sementara itu Kasubdit Narkoba Bidlabfor Polda Jatim, AKBP Imam Mukti menjelaskan, pelaku memproduksi sabu menggunakan metode shake and bake. Menurutnya pelaku ini tergolong sangat berani, walaupun sebenarnya resikonya sangat tinggi.
“Baru pertama kali ditemukan pembuat sabu dengan metode shake and bake di Lumajang ini. Ya mungkin satu satunya di Jawa Timur, dalam metode ini. Pelaku mencampur semua bahan yang diperlukan dalam pembuatan sabu pada satu wadah, kemudian dikocok,” ulas Imam.
| Baca juga: |
| Sat Narkoba Polres Pasuruan Bekuk Dua Pelaku dan Amankan 2Kg Sabu-Sabu |
Kasubdit Narkoba Bidlabfor Polda Jatim mengakui, metode shake and bake ini belum pernah dijumpai di kasus lainnya.
“Rata-rata pembuat sabu tidak menggunakan metode ini, karena sangat riskan, resikonya sangat berbahaya. Ya bisa menimbulkan ledakan akibat reaksi termokimia. Jadi, setelah bahan-bahan kimia dicampur dalam satu wadah kemudian dikocok. Nah, selanjutnya tinggal proses pengkristalan untuk mendapatkan sabu,” imbuh Imam.
Masih menurut Imam, bahan-bahan dalam pembuatan sabu ini, sudah banyak yang memenuhi unsur. Seperti adanya campuran aseton dan soda api.
Namun, untuk mengetahui kualitas dari hasil proses pembuatan sabu ini, pihaknya akan meneliti lebih dalam di laboratorium forensik Polda jatim.
“Dari pemeriksaan sementara, didapatkan sudah banyak bahan-bahan yang memenuhi unsur pembuatan sabu. Sedangkan untuk menentukan kualitas sabu buatan pelaku belum bisa kita ketahui. Sample akan dibawa ke labfor dan akan didalami terlebih dahulu,” pungkas Imam.
Kontributor: AS
Redaktur: Akoy Khoerudin






