LINGKARPENA.ID | Suara aktivitas pembangunan siang itu masih terdengar biasa di Kampung Sindanglongok, Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran. Pada Selasa, 7 April 2026, terik matahari sekitar pukul 10.30 WIB seakan menjadi saksi bisu atas sebuah peristiwa yang mengubah suasana menjadi kepanikan.
Nidom (48), seorang pekerja bangunan, tengah menjalankan rutinitasnya di lantai dua sebuah rumah. Tanpa firasat, insiden nahas itu terjadi. Diduga, saat sedang bekerja, tubuhnya tak sengaja menyentuh kabel jaringan yang melintang di atas area bangunan.
Seketika, suasana berubah. Rekan-rekan kerja yang berada di lokasi langsung panik melihat kondisi Nidom yang terkapar. Dugaan kuat mengarah pada sengatan listrik dari kabel tersebut.
Warga sekitar pun segera bergerak cepat. Dengan peralatan seadanya dan penuh kehati-hatian, korban dievakuasi dari lantai dua. Waktu terasa berjalan lambat di tengah upaya penyelamatan itu.
Kondisi Nidom dilaporkan cukup parah. Ia kemudian langsung dilarikan ke RSUD R. Syamsudin, S.H. Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, A. Yogi Regina, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat bekerja, terutama di area yang berdekatan dengan jaringan listrik.
“Kami menerima laporan sekitar waktu kejadian dan langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Kejadian ini menjadi perhatian bersama agar masyarakat lebih berhati-hati, khususnya saat bekerja di ketinggian dan dekat jaringan listrik,” ujar Yogi.
Peristiwa ini meninggalkan keprihatinan mendalam bagi warga sekitar. Di balik pembangunan yang terus berjalan, terselip risiko yang tak boleh dianggap sepele. Keselamatan kerja kembali menjadi sorotan, mengingat satu kelalaian kecil dapat berujung pada konsekuensi besar.






