Star Energy Geothermal Kembali Gelar Program Vaksinasi di Kabupaten Sukabumi

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Group Chief Power Plant Operation Officer SEG Suharsono Darmono menyampaikan, selain vaksinasi, SEG juga memberikan bantuan berupa 20.000 masker bagi masyarakat. Program vaksinasi dan bantuan masker ini merupakan wujud nyata upaya dari SEG dan Barito Pacific Group melalui Yayasan Bakti Barito untuk mendukung upaya pemerintah pusat dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

“Yayasan Bakti Barito didirikan oleh para pendiri Barito Pacific, induk Star Energy Geothermal. Sejak 2020, Yayasan Bakti Barito senantiasa membantu pemerintah pusat dan daerah dalam berbagai upaya penanganan pandemi. Saya berharap apa yang sudah diupayakan ini dapat membantu masyarakat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sukabumi, agar kita bersama-sama dapat segera bangkit melawan pandemi. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional.” kata Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian Purbasari.

Baca juga:  Di Usia Ke 14 Tahun Partai Gerindra, Ini yang Dilakukan Wakil Ketua Tidar Jabar
Baca juga:
Polres Kota Gandeng LPS Perbarindo Bakal Gelar 1500 Vaksin, Simak Waktu Pelaksanaannya

Sejak awal pandemi Covid-19, SEG telah memberikan beragam bantuan berupa cover suit atau hazmat suit, ventilator, purifying air respiratory, baby incubator electric bed, masker N95, surgical mask, sarung tangan, goggles, hand sanitizer, disinfektan, rubber boots, dan Airvo2 oxygen therapy set.

Baca juga:  Innalillahi, Rumah Lansia Warga Cibolang Sukabumi Ludes Terbakar

Bantuan itu telah disalurkan kepada rumah sakit rujukan pemerintah yang berada di Jakarta, Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, dan Kabupaten Sukabumi. SEG juga turut membantu lebih dari 4.000 anggota masyarakat di sekitar wilayah operasi dengan menyediakan sembako.

“Ini sebagai upaya preventif, SEG turut berpartisipasi aktif mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 5M. Prokes ketat dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi,” pungkasnya. (***)

Baca juga:  SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Korban Terseret Arus Sungai Cibubuay Sagaranten Sukabumi 

 

 

 

 

Redaksi: lingkarpena.id

Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait