Sukabumi Perkaya Destinasi Wisata dengan Hadirnya Curug Luhur dan Leuwi Bunder

LINGKARPENA.ID | Kabupaten Sukabumi, yang telah dikenal luas dengan kekayaan alamnya mulai dari pegunungan, rimba, hingga pesisir laut, kini kembali mempersembahkan dua permata baru di sektor pariwisata agro. Curug Luhur di Desa Wanasari dan Leuwi Bunder di Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, menjadi daya tarik terbaru yang siap menyambut wisatawan, khususnya dari kalangan lokal.

Meskipun masih dalam tahap pengelolaan awal, kedua objek wisata ini telah menunjukkan potensi besar untuk memikat pengunjung.

Curug Luhur: Pesona Alam di Tengah Hamparan Sawah Menguning

Terletak di Kampung Sindanghayu, Desa Wanasari, Curug Luhur menawarkan pemandangan alam yang memukau. Keunikan utama objek wisata ini adalah lokasinya yang berada tepat di tengah areal persawahan warga. Pemandangan menjadi sangat kontras dan menawan, terutama saat padi-padi menguning, menciptakan lanskap yang asri dan menyejukkan mata.

Baca juga:  Objek Wisata Curug Sodong Ciemas, Menjadi Magnet Geopark dan Pusat Promosi

Akses menuju Curug Luhur cukup mudah dijangkau. Dari ibukota kecamatan, jaraknya sekitar 9 kilometer dengan kondisi jalan beraspal mulus, sehingga dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Saat ini, belum ada retribusi resmi yang diberlakukan bagi pengunjung Curug Luhur. Namun, seperti yang disampaikan oleh Aden, Ketua Pemuda Kampung Sindanghayu, pengelolaan objek wisata ini sepenuhnya berada di tangan pemuda setempat, dan sumbangan sukarela untuk mendukung kegiatan mereka sangat diapresiasi.

“Objek wisata ini tidak ada retribusi. Dan sekarang pengelolaannya dilaksanakan pemuda setempat,” ujar Aden.

Leuwi Bunder: Kejernihan Air di Pelukan Alam Hijau

Baca juga:  Musim Liburan Berakhir, Masyarakat Beri Masukan Untuk Kemajuan Destinasi Wisata Sukabumi

Tak kalah menarik, Leuwi Bunder di Desa Buniwangi juga menawarkan pesona alam yang memikat. Kejernihan airnya menjadi daya tarik utama yang telah memicu popularitasnya di kalangan wisatawan lokal.

Berada di antara aliran sungai yang tenang, Leuwi Bunder menghadirkan suasana sejuk alami yang cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk kota.

Lokasi Leuwi Bunder strategis, hanya sekitar 5 kilometer sebelum objek wisata Pantai Minajaya. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangannya di masa mendatang, mengingat potensi sinergi dengan destinasi wisata pantai yang sudah lebih dulu dikenal.

Akses menuju Leuwi Bunder juga relatif mudah, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dorongan dari Dinas Pariwisata untuk Pengembangan Berkelanjutan Melihat potensi besar ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, secara aktif mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya putra daerah, untuk bersama-sama memajukan sektor pariwisata di Sukabumi.

Baca juga:  Ini Hari Terakhir Operasi Ketupat yang Dilakukan Polres Sukabumi

Dalam perbincangannya dengan sejumlah pejabat terkait pengembangan destinasi wisata di wilayah tersebut pada Rabu, 17 September 2025, Sendi menekankan pentingnya kolaborasi.

“Harapan dan doa kami sebagai putra daerah adalah melihat Sukabumi menjadi contoh wisata yang baik dan maju. Semoga Sukabumi bisa menjadi destinasi wisata terbaik di Jawa Barat,” ungkap Sendi penuh harap.

Dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan yang serius, Curug Luhur dan Leuwi Bunder diharapkan dapat menjadi magnet baru yang memperkaya khazanah pariwisata Sukabumi, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Pos terkait