Warga Gunakan Perahu Lewati Ruas Jalan Sagaranten-Tegalbuleud, Air Masih Diketinggian 60 CM

LINGKARPENA.ID – Ruas Jalan Jalur Sagaranten-Tegalbuleud terputus luapan sungai Cikaso di Kampung Puncak Kalong, tepatnya di Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Minggu (28/11/2021).

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi sejak semalam tadi mengakibatkan sungai Cikaso meluap. Sungai menyebabkan banjir dan memutus ruas jalan dari Kecamatan Sagaranten menuju Kecamatan Tegalbuleud juga sebaliknya.

Menurut informasi yang di himpun oleh jurnalis Lingkarpena.id salah satu warga sekitar Endang mengatakan, hujan sejak semalam mengakibatkan ruas jalan di Kampung Puncak Kalong Desa Curugluhur Kecamatan Sagaranten terendam. Sungai Cikaso awal meluap sekitar pukul 04.00 WIB dinihari hingga setinggi dada orang dewasa.

Baca juga:  Pria Asal Cianjur, Hanyut di Aliran Sungai Cibubuay Sagaranten Sukabumi 

“Luapan sungai terlihat pasa jam 04.00 WIB dini hari. Tingginya mencapai dada orang dewasa sampai 1,5 meter.” tutur Endang.

Endang menyatakan, hingga siang ini genangan air sudah mulai surut, namun belum bisa di lewati kendaraan roda dua. Kata Endang hingga pengguna jalan harus menyebrangkan kendaraannya dengan cara di pikul oleh warga. Bahkan warga yang melintas tidak menggunakan kendaraan di angkut dengan perahu karet agar dapat menyebrang.

Baca juga:  Disdik Terjun Langsung: 4.500 Dosis Vaksin Merdeka Anak untuk Sagaranten Sukabumi 

“Siang ini jalan sudah bisa di lewati. Itu cuma kendaraan besar seperti Bus dan Truck. Bagi kendaraan roda empat mini dan motor belum bisa melintas. Saat ini genangan air masih setinggi 60 centimeter,” jelas Endang.

Dikesempatan yang sama pengguna jalan Ridwan menerangkan, dirinya pun saat melintasi jalan itu terpaksa menggunakan jasa warga. Jasa tenaga warga mengakut kendaraan hingga sampai di sebrang jalan dititik yang tidak tergenang air dengan tarif 10 ribu rupiah per sekali angkut.

Baca juga:  Pemdes Puncakmanggis Cairkan BLT DD Tahap 8, Ini Syarat untuk KPM

“Saya menyebrang di bantu jasa warga dengan cara di angkut. Itu biaya yang di keluarkan 10 ribu rupiah sekali menyebrang,” terang Ridwan.

Sementara, Forkomincam melalui P2BK Kecamatan Sagaranten, serta unsur lainnya masih bersiaga di lokasi. Menurutnya mengingat hujan masih akan kembali turun di sekitaran wilayah Kecamatan Sagaranten, warga dihimbau waspada dan siaga.

 

 

 

 

Reporter: Aris Ram

Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait