Ketua Inkop TKBM Meminta Mentri BUMN Turun Langsung Sidak Kelapangan

Ketua Umum Inkop Koperasi IKBM HM Nasir saat deklarasi melawan ketidak adilan usai menggelar konferensi pers Minggu 10 April 2022 di Jakarta.| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID – Ketua Umum Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan, HM. Nasir meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Erick Thohir turun dan melakukan insfeksi mendadak atau sidak langsung kelapangan.

“Mana ada Induk Koprasi TKBM bisa monopoli sekelas Pelindo dua punya BUMN yang digaungkan oknum-oknum yang sengaja memperkeruh suasana menjadi gaduh di lingkungan kami. Padahal saat ini pemerintah terus mengenjot pemulihan ekonomi nasional dimasa pandemi Covid 19,” ujar Muhamad Nasir Ketua Umum Inkop TKBM Pelabuhan, Minggu (10/04/2022) kepada media.

Baca juga:  Kabar Mengejutkan, Ratusan Pelajar Hamil di Luar Nikah

M Nasir meminta Mentri BUMN Erick Thohir agar turun langsung melihat keadaan yang sebenarnya terjadi.

“Ya sementara ini Inkop TKBM di kambimg hitamkan oleh oknum yang berseragam dan turut interpensi kedalam untuk mengorbankan kami seakan Koprasi dipandang momok yang menjijikan,” jelas Nasir.

Menurutnya, kurang lebih anggota Inkop TKBM sekitar 68 ribu orang sekala Nasional. Apa mungkin hati nurani sudah hilang? Perlu diketahui anak yatim, jompo, santri pesantren dan beasiswa yang kami santuni apa dengan hal ini kami akan diam?

Baca juga:  Pedagang Eks Terminal Sudirman Sukabumi Gusar, Portal Parkir dan Tarif Tak Wajar 

“Perjuangan Kami semua hari ini itu menyangkut hajat orang banayak,” tegasnya.

Lanjut M Nasir, sejatinya Inkop TKBM masih menjaga dengan kebijaksanaan tidak melakukan hal yang akan merugikan Negara. Akan tetapi jika oknum-oknum tersebut terus memaksa kemarahan kami, satu hal yang harus digaris bawahi kami Inkop TKBM akan melakukan Mogok Kerja Nasional (MKN).

Baca juga:  KNPI Gunungguruh Sinergitas dengan Ulama dan Asatidz

“Kami ikan kecil mana bisa memangsa ikan Paus? Semoga ini bisa sampai kepada yang terhormat Pak Presiden Republik Indonesia Jokowi Dodo,” tandasnya.*

Pos terkait