LINGKARPENA.ID | Warga Kedusunan Cikadaka, Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, berharap pemerintah atau pihak swasta segera membangun kembali jembatan Ciseureuh yang hancur tergerus banjir pada 6 Maret 2025 lalu.
Jembatan Ciseureuh merupakan akses utama warga di Kadusunan Cikadaka, yang dihuni empat ke RT an dengan jumlah 189 kepala keluarga. Akibat hancurnya jembatan tersebut kini Kadusunan Cikadaka terisolir.
Kepala Desa Sukamaju, Dedih Supandi, kepada lingkarpena id menuturkan, bahwa untuk memperbaiki jembatan tersebut Pemdes Sukamaju sudah berusaha menghubungi berbagai pihak namun hingga kini belum ada realisasinya.
“Pasca terjadi bencana 6 Maret 2025 kemarin kami sudah berusaha menghubungi pihak pihak terkait, namun hingga kini belum ada realisasi. Tanggapan sih ada hanya belum terealisasi,” ujarnya.
Dijelaskan Dedi, untuk penanganan sementara sebelum jembatan permanen dibangun pihaknya membutuhkan puluhan bronjong untuk ditempatkan pada sisi kiri dan kanan bantaran sungai.
“Sisi kiri dan kanan bantaran sungai harus dipasang Bronjong untuk menutupi tanah pada bantaran sungai yang melebar akibat tergerus air. Tanpa dipasang Bronjong pelebaran badan sungai akan terjadi lagi,” tambah Dedi.
Putusnya jembatan ini tentunya menghapus harapan warga yang hendak beraktivitas bertani dan berladang, dan sekarang anak sekolahpun harus melintas jembatan seadanya menerjang derasnya arus sungai Ciseureuh.
Sebagai pengganti jembatan kini pihak Pemdes memasang dua batang pohon kelapa yang melintang diatas sungai Ciseureuh. Dan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diharapkan, setiap hari ditempatkan petugas piket untuk membantu warga saat menyebrang.
“Memasuki lebaran kini dijembatan tersebut kami menempatkan petugas untuk membantu warga yang melintasi jembatan, apalagi menjelang lebaran banyak warga yang keluar masuk Kadusunan Cikadaka,” pungkas Dedi.






