LINGKARPENA.ID | Bakso Ayam Tiga Putra atau yang dikenal dengan ‘Bakso Mang Uhin’ adalah salah satu UMKM yang di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Berawal dari berjualan bakso dengan gerobak pangkal sejak 1996, Bakso Ayam Tiga Putra sekarang menjadi supplier untuk para pedagang yang bermitra langsung dengan dapur Produksi.
Rukanda, pemilik usaha ini menceritakan bahwa modal yang di keluarkan saat memulai bisnis sekitar 600 ribu rupih, namun secara jalannya perkembangan ada peningkatan yang signifikan sehingga bisa menambah jumlah produksi bakso yang dikelolanya.
“Pada tahun 2010 sampai 2017 ada peningkatan yang sangat drastis sehingga kenaikan omset lebih besar dari modal awal sehingga dapat beproduksi bakso hingga ribuan butir dengan modal yang berputar sekitar 5-8 juta minggu, atau jika diambil rata bisa 20-40 juta perbulan,” bebernya.
Selayaknya bisnis lain, Pria yang juga akrab disapa Mang Uhin ini menyebut bahwa ada beberapa kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya, selain persaingan yang semakin ketat harga bahan dasar yang sangat fluktiarif juga turut menambah tantangan yang dihadapinya.
“Yang menjadi hambatan dalam bisnis ini yaitu seiring berjalannya waktu semakin banyak saingan bukan hanya offline tetapi lewat online juga sehingga omset dari tahun ke tahun mulai menurun. Bahkan banyak pelanggan yang mulai berhenti berjualan,” ungkapnya.
“Untuk mitra atau pedagang dulu mencapai 100 lebih namun sekarang sudah dapat dihitung dengan jari kurang lebih ada 18 orang yang menetap memasarkan produk bakso kami,” sambungnya.
Dalam kesulitan yang dihadapinya, Mang Uhin berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi atas hambatan yang membuat usahanya sedikit kesulitan untuk berkembang.
“Harapan kami kepada pemerintah agar bisa men-stabilkan harga bahan pokok untuk membuat olahan bakso, karena semakin meningkatnya harga dari bahan yang harus dibeli semakin sedikit kami berproduksi, bahkan semakin sedikit penghasilan yang didapat dengan modal yang saat ini berputar, bahkan sesekali sering terjadi kerugian akibat hal ini,” pinta Mang Uhin.
“Kami juga meminta pemerintah untuk membantu mempermudah terhadap akses permodalan perbankan, serta pemberian pengetahuan mengenai inovasi produk dan pemasaran,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Dani Tarsoni, menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi tengah merancang mekanisme permodalan bagi para pelaku IKM/UMKM, yang sedang dibahas dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sukabumi.
“Pak bupati juga sedang menyusun bagaimana para pelaku IKM dan UMKM mendapat kredit modal tanpa bunga, atau kita (Pemda) subsidi bunganya, itu sedang rapatkan juga dengan BPR,” singkatnya.






