LINGKARPENA.ID | Sebuah tangkapan layar status WhatsApp dan Instagram Story dengan nama pengguna “walikotajampangsuradereal” viral di media sosial. Akun itu diduga milik Ketua DPD PSI Kota Sukabumi, H. Fauzie Hikmatussalam.
Dalam unggahan tersebut, Fauzie menuliskan kalimat:
“Idealisme luntur ketika dikeupeulan 😅 (Jangan teriak-teriak)”
Disertai foto massa aksi dengan tulisan sindiran:
“Terlalu banyak nonton drama Korea sejak dini, ujungnya kalian butuh makan dan idealisme kalian hanya 100 ribu rupiah.”
Rekaman video di Instagram Story juga memperdengarkan suara seorang pria yang melintas di kawasan Bundaran Tugu Adipura, lokasi aksi demonstrasi Senin (1/9). Dalam video itu terdengar ucapan:
“Kumaha? Jadi demo teh teu ma sebel? Kasihan orang-orang, kasihan kepolisian. Kalau idealisme kalian luntur ketika dikeupeulan yah… Terlalu banyak nonton drama Korea.”
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari organisasi mahasiswa. Ketua PMII Kota Sukabumi, Bahrul Ulum, mengecam unggahan tersebut.
“Itu seolah mengatakan demo harus ada kontak fisik dengan aparat. Kami tegaskan aksi kami substantif, bukan anarkis,” tegasnya kepada Lingkarpena.id, Selasa (2/9/2025).
Bahrul juga membantah tudingan bahwa massa aksi dibayar. “Atas dasar apa beliau mengatakan idealisme kami hanya Rp100 ribu? Kami turun murni untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan solidaritas untuk kawan kami, Affan Kurniawan, yang dilindas brimob,” jelasnya.
Ketua GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan alias Monok, juga menilai pernyataan Fauzie tak pantas.
“Tidak etis dan menjijikkan. Seorang politisi seharusnya bijak, bukan melukai hati masyarakat yang kemarin turun ke jalan,” ujarnya.
Monok menegaskan bahwa aksi kemarin melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, buruh, ojol, guru honorer, pedagang kaki lima, hingga emak-emak.
Saat dikonfirmasi, H. Fauzie Hikmatussalam membenarkan bahwa akun dan unggahan tersebut miliknya. Namun, ia menolak jika dikaitkan dengan demonstrasi di Kota Sukabumi.
“Tidak ada korelasi dengan demonstran sama sekali,” katanya singkat.
Fauzie menambahkan, foto dan tulisan sindiran itu hanya repost dari TikTok.
“Saya tidak tahu itu daerah mana, saya hanya repost,” ujarnya.
Reporter : Rizky A
Editor : Redaksi






