LINGKARPENA.ID | Belakangan ini, media sosial ramai membicarakan jajanan lama yang kembali naik daun: es gabus. Perbincangan bermula dari kisah seorang penjual keliling bernama Suderajat (50) yang sempat dituding menjual es berbahan spons. Isu tersebut akhirnya terbantahkan. Es yang ia jual dipastikan aman, terbuat dari bahan pangan, dan layak dikonsumsi.
Dari situlah, ingatan banyak orang kembali melayang ke masa kecil—masa ketika es gabus menjadi teman setia di siang hari yang terik.
Jajanan Lama yang Tak Lekang oleh Waktu
Es gabus, yang juga kerap disebut es kue, merupakan jajanan tradisional Indonesia yang sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu. Popularitasnya mulai merebak sekitar era 1970-an dan terus bertahan lintas generasi.
Ciri khas es gabus terletak pada teksturnya yang unik. Tidak sekeras es batu, namun juga bukan selembut es krim. Saat digigit, es ini terasa empuk dan berpori—mirip gabus atau spons—itulah asal-usul namanya.
Lapisan warnanya yang beragam membuat es gabus tampak menarik, terutama bagi anak-anak. Tak heran jika jajanan ini dulu banyak dijajakan di sekitar sekolah, perkampungan, hingga acara rakyat.
Asal-usul Es Gabus
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa es gabus berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Meski demikian, jajanan ini dengan cepat menyebar dan dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia.
Menariknya, es gabus juga disebut-sebut telah ada sejak masa kolonial Belanda. Karena bahan utamanya menggunakan tepung hunkwe, jajanan ini pun kerap dikaitkan dengan pengaruh kuliner Tionghoa yang telah lama berakulturasi dengan budaya lokal.
Bahan Sederhana, Rasa Istimewa
Meski tampil sederhana, es gabus dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan. Tiga komponen utamanya adalah tepung hunkwe, santan, dan gula. Ketiganya dimasak perlahan hingga mengental, lalu dicetak dan didinginkan.
Setelah mengeras dan dipotong-potong menyerupai kue lapis, es gabus disimpan di dalam freezer hingga beku. Hasil akhirnya adalah jajanan dingin dengan sensasi lembut yang khas.
Cara Membuat Es Gabus Rumahan
Membuat es gabus ternyata tidak sulit. Namun, anak-anak tetap disarankan untuk ditemani orang dewasa saat mencobanya.
Bahan-bahan:
60 gram tepung hunkwe
25 ml santan kental
600 ml air gula
¼ sendok teh garam
Pewarna makanan alami secukupnya
Langkah-langkah:
1. Larutkan tepung hunkwe dengan sebagian air gula hingga tidak menggumpal, lalu sisihkan.
2. Rebus sisa air gula bersama santan, garam, dan pewarna hingga mendidih sambil diaduk.
3. Masukkan larutan hunkwe ke dalam rebusan, aduk rata.
4. Masak kembali hingga adonan mengental dan meletup-letup, lalu angkat.
5. Tuang adonan ke dalam loyang berlapis plastik, ratakan, dan biarkan hingga dingin.
6. Setelah mengeras, potong sesuai selera dan bungkus satu per satu.
7. Simpan dalam freezer hingga beku dan siap dinikmati.
Kembali ke Rasa Masa Kecil
Es gabus bukan sekadar jajanan dingin. Ia adalah potongan nostalgia—pengingat masa kecil yang sederhana, ketika kebahagiaan bisa datang dari sepotong es berwarna-warni di siang hari.
Kini, di tengah maraknya jajanan modern, es gabus kembali hadir mengingatkan kita bahwa rasa lama tak pernah benar-benar hilang.






