LINGKARPENA.ID | Karang Gantung, salah satu objek wisata alam yang berada di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dikenal memiliki panorama menawan yang memikat banyak pengunjung. Lokasinya yang berada satu hamparan dengan Pangkalan Satuan Radar (Satrad) 402 Cibalimbing membuat kawasan ini semakin unik dan memiliki daya tarik tersendiri.
Keindahan alam Karang Gantung bahkan kerap disebut-sebut sebagai “Tanah Lot”-nya Sukabumi, karena menyuguhkan pemandangan tebing karang yang eksotis berpadu dengan hamparan laut selatan yang memanjakan mata. Karang Gantung sendiri berada di wilayah perbatasan Kecamatan Ciracap dan Kecamatan Surade.
Namun sayangnya, pesona alam yang luar biasa itu tidak didukung dengan akses jalan yang memadai. Kondisi jalan menuju lokasi wisata dinilai rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat pengunjung merasa “tersiksa” saat hendak menuju kawasan wisata tersebut.
Sejumlah pengunjung yang datang mengaku harus ekstra hati-hati saat melewati jalur menuju Karang Gantung. Bahkan kendaraan roda empat tidak dapat mencapai titik lokasi wisata. Pengunjung yang ingin menikmati keindahan Karang Gantung harus melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek yang tersedia di sekitar kawasan tersebut.
“Pemandangannya luar biasa indah, tapi jalannya parah sekali. Kalau musim hujan begini licin dan banyak yang rusak. Kita jadi deg-degan sepanjang jalan,” ujar Rian (29), salah seorang pengunjung asal Surade, saat ditemui di lokasi, Minggu (15/2/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengunjung lainnya, Siti (34) asal Kecamatan Ciracap. Ia mengaku perjalanan menuju Karang Gantung cukup melelahkan karena kondisi jalan yang bergelombang dan berlumpur,
“Kalau sudah sampai memang terbayar, cantik banget. Tapi aksesnya bikin kapok. Harusnya jalan diperbaiki supaya wisata ini bisa lebih ramai,” katanya.
Tak sedikit pula pengunjung yang menyebut Karang Gantung sebagai destinasi yang membuat rindu, namun sekaligus menyimpan tantangan berat karena buruknya akses jalan.
“Kalau jalannya bagus, saya yakin Karang Gantung bisa jadi wisata unggulan Sukabumi selatan. Sayang sekali potensinya besar tapi belum digarap maksimal,” ungkap Dedi (41), wisatawan lokal.
Selain persoalan infrastruktur jalan, status kawasan wisata Karang Gantung juga menjadi perhatian. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kawasan tersebut masih berada dalam kepemilikan perusahaan. Hal itu membuat pengelolaan wisata memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemilik kawasan dan stakeholder terkait.
Pengembangan wisata Karang Gantung dinilai membutuhkan terobosan dan keberanian dari pemangku kebijakan, terutama dalam membangun kerja sama agar akses jalan dan fasilitas pendukung bisa ditingkatkan.
Jika infrastruktur menuju lokasi dapat diperbaiki, Karang Gantung diyakini mampu menjadi destinasi unggulan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Sukabumi bagian selatan.
Dengan kondisi saat ini, Karang Gantung tetap menjadi “surga tersembunyi” yang indah, namun masih menyimpan pekerjaan rumah besar dalam hal aksesibilitas yang layak bagi wisatawan.






