LINGKARPENA.ID | Seorang pemuda menjadi korban dugaan penganiayaan disertai pembacokan oleh rombongan konvoi kendaraan bermotor di wilayah Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jumat (20/3/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Raya Marelang–Pasirpanjang, tepatnya di Kampung Pasirnangkiran, perbatasan antara Desa Pasirpanjang Kecamatan Ciracap dengan Desa Caringinnunggal Kecamatan Waluran. Korban diketahui bernama Deri Apriyansyah (19), warga setempat.
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat melintas rombongan konvoi sepeda motor sekitar 20 unit yang diduga berasal dari wilayah Ciwaru, Kecamatan Ciemas. Saat itu, korban tengah mendorong sepeda motornya yang mengalami ban bocor.
“Tanpa sebab yang jelas, sebagian rombongan berhenti dan langsung melakukan penyerangan terhadap korban,” ungkap Kapospol Waluran, Aipda Hendarko.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka terbuka pada bagian paha kanan yang diduga akibat sabetan senjata tajam jenis celurit. Selain itu, korban juga mengalami luka lebam di bagian pelipis dan tangan sebelah kanan, serta kerusakan pada sepeda motor miliknya.
Petugas patroli gabungan dari wilayah Kecamatan Waluran yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
“Saat ini korban sudah mendapatkan penanganan medis. Kami juga telah mengamankan barang bukti serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penyelidikan lebih lanjut,” tambah Aipda Hendarko.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas konvoi kendaraan bermotor yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Dugaan sementara, kejadian ini merupakan salah sasaran oleh rombongan konvoi yang membawa senjata tajam. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan dan diarahkan untuk membuat laporan resmi ke Polsek Ciracap guna proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.






