Legislator Kota Sukabumi Turun Langsung, Karnaval Budaya Jadi Panggung Pelestarian Tradisi

LINGKARPENA.ID | Kota Sukabumi dipenuhi semangat kebudayaan saat karnaval budaya digelar meriah pada Sabtu, 18 April 2026. Di tengah riuh tepuk tangan dan antusiasme warga, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi bersama sejumlah Anggota DPRD hadir langsung, berbaur dengan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal.

 

Sepanjang rute karnaval, beragam atraksi seni ditampilkan dengan penuh warna. Mulai dari tarian tradisional, parade busana etnik yang mencerminkan kekayaan Nusantara, hingga alunan musik daerah yang menggema, semuanya menyatu dalam satu panggung budaya yang hidup. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan, menjadikan acara ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga perayaan identitas daerah.

Baca juga:  HUT ke103, Direktur UOBK RSUD R Syamsudin SH Minta Utamakan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Sukabumi

 

Di sela kegiatan, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi menyampaikan bahwa kehadiran para legislator bukan hanya seremonial, melainkan wujud nyata dukungan terhadap keberlangsungan budaya di tengah arus modernisasi.

 

“Budaya adalah jati diri yang harus terus kita rawat bersama,” ujarnya singkat.

 

Para Anggota DPRD pun menilai karnaval budaya memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai ruang ekspresi seni, tetapi juga sebagai penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kegiatan seperti ini diyakini mampu membuka peluang bagi pelaku seni dan UMKM lokal untuk berkembang.

Baca juga:  HUT Kota Sukabumi ke-112, PMII Ingatkan: Jangan Rayakan Jika Masalah Rakyat Belum Terselesaikan

 

Lebih dari itu, karnaval budaya menjadi sarana edukasi yang efektif, terutama bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur. Momentum ini sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam bingkai keberagaman.

 

Kehadiran unsur pimpinan dan Anggota DPRD dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen legislatif untuk terus mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga kelestarian budaya serta mengoptimalkan potensi lokal berbasis kearifan tradisional.

Baca juga:  Seorang Gadis Ditemukan Pingsan di Kota Sukabumi, Kenapa?

(adv)

Pos terkait