Aksi Spektakuler M. Athar Al Ghifari Bikin Penonton Pajampangan Terpukau

Muhammad Athar Al Ghifari, Pembalap Muda asa; Bandung Barat, saat berada di lokasi Sirkuit Tegal Laja, Buniwangi Surade di ajang Kejurda IMI Jawa Barat 2026, Minggu (20//9).[ Foto: Jajang.LP]

LINGKARPENA.ID | Gemuruh suara mesin berpadu dengan sorak penonton mewarnai gelaran Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstrack IMI Jawa Barat 2026 putaran pertama di Sirkuit Tegal Laja, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu-Minggu (19-20/9/2026).

 

Di tengah persaingan para pebalap di lintasan, sosok Muhammad Athar Al Ghifari atau yang akrab disapa Atay menjadi salah satu perhatian utama penonton. Setiap kali pebalap muda asal Kabupaten Bandung Barat itu memasuki lintasan, antusiasme penonton langsung meningkat.

 

Bukan hanya aksi saling salip di lintasan yang dinantikan. Lompatan-lompatan tinggi Atar ketika melibas obstacle Sirkuit Tegal Laja kerap disambut teriakan dan tepuk tangan penonton.

 

Tak sedikit penonton, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan rela menunggu kesempatan untuk berfoto bersama pebalap bernomor start 23 tersebut.

 

Penampilan Atar semakin mencuri perhatian setelah dirinya mampu membukukan hasil gemilang dengan meraih double overall winner pada gelaran Kejurda Grasstrack IMI Jawa Barat tersebut.

 

Salah satu aksi yang paling menyita perhatian terjadi di kelas 155cc Pro Std Trail Final. Atar harus berjuang dari posisi belakang sebelum secara bertahap memperbaiki posisi dan akhirnya mampu merebut kemenangan.

Baca juga:  Aspal Jalan Kabupaten di Jampangtengah Dikeluhkan Warga, Bisa Dicungkil Tangan: UPTD PU Pastikan Belum Serah Terima

 

Aksi tersebut membuat penonton di sekitar lintasan ikut terbawa suasana.

 

“Saya dari tadi memang menunggu Atar turun. Begitu melihat dia bisa mengejar dari belakang sampai akhirnya memimpin, rasanya tegang sekali. Apalagi saat jumping, penonton langsung ramai,” ujar Rizal (32), salah seorang penonton asal Sukabumi Selatan.

 

Menurutnya, kemampuan Atar dalam mengendalikan motor di lintasan menjadi tontonan tersendiri.

 

“Yang menarik bukan hanya karena dia menang, tetapi cara dia membalap. Berani mengambil celah dan tetap tenang meskipun sempat berada di belakang. Wajar kalau banyak penonton ingin foto bersama,” katanya.

 

Hal senada disampaikan Deni (24), penonton lainnya. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung aksi Atar di Sirkuit Tegal Laja.

 

“Saya baru melihat langsung Atar di sini. Ternyata aksinya memang luar biasa. Begitu melompat, suara penonton langsung pecah. Apalagi ketika akhirnya bisa menjadi juara, suasananya semakin meriah,” ungkapnya.

Baca juga:  SMSI Cirebon Sambut Positif Atensi Pj Walikota soal Kerjasama dengan Media Online

 

Atar sendiri bukan nama baru dalam dunia balap motor tanah air. Pebalap kelahiran 26 Februari 2010 itu sudah mengenal dunia balap sejak usia dini. Ia mulai berlatih menggunakan motor 50cc ketika berusia empat tahun dan mulai mengikuti perlombaan pada usia enam tahun.

 

Bakatnya kemudian berkembang melalui berbagai ajang motocross dan grasstrack, baik tingkat daerah maupun nasional. Pada 2018, ketika masih berusia delapan tahun, Atar telah mampu meraih gelar juara nasional motocross kelas 50cc.

 

Prestasinya terus berlanjut. Pada Grand Final Grasstrack Indonesia 2025 di Magelang, misalnya, Atar berhasil meraih dua gelar juara nasional sekaligus di kategori pemula, masing-masing pada kelas GTX 3 Trail Standar 155cc Pemula dan GTX 5 Trail Standar Pabrik 155cc Pemula.

 

Pada musim balap 2026, kiprahnya juga semakin berkembang. Atar tampil di berbagai kejuaraan, termasuk Kejurnas Motocross dan Kejurda Grasstrack IMI Jawa Barat. Ia juga sempat mencuri perhatian dalam ajang Klaten International Motocross melalui persaingan sengit dengan pebalap asal Australia.

Baca juga:  Langkah Strategis Swasembada Pangan, KASAD Resmikan Proyek Pengairan Pertanian Ciracap Bersama KDM

 

Perjalanan Atar di lintasan tidak terlepas dari dukungan keluarga. Sang ayah, Hilman Laksana, diketahui merupakan mantan pebalap, sementara sang ibu, Amelia Yuni, turut memberikan dukungan terhadap perjalanan karier putranya.

 

Kehadiran Atar di Sirkuit Tegal Laja pun tidak sekadar menghadirkan persaingan di lintasan. Bagi penonton, penampilan pebalap muda tersebut menjadi bagian dari hiburan dan daya tarik tersendiri dalam gelaran olahraga otomotif di Sukabumi Selatan.

 

Sorakan penonton, deru mesin dan aksi jumping menjadi satu kesatuan yang membuat atmosfer balapan semakin hidup.

 

Dengan usianya yang masih belia dan sederet pengalaman yang telah dikantongi, penampilan Atar di Sirkuit Tegal Laja menjadi gambaran bagaimana talenta muda terus bermunculan dan meramaikan masa depan olahraga motocross serta grasstrack Indonesia.

 

Pos terkait