LINGKARPENA.ID | Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan kondisi wilayah untuk mengantisipasi potensi bencana, Kamis (1/10/2026) pagi.
Berdasarkan laporan harian Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi per pukul 08.00 WIB, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sukabumi terpantau cerah. Suhu udara tercatat 28 derajat Celsius, dengan arah angin dari barat daya berkecepatan sekitar 1,5 kilometer per jam dan kelembapan 62 persen.
Koordinator Lapangan (Koorlap) Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pemantauan wilayah dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai saluran informasi yang dimiliki BPBD.
“Kami terus melakukan pemantauan wilayah melalui P2BK di masing-masing kecamatan, media sosial, serta komunikasi radio. Hal ini untuk memastikan setiap informasi kejadian maupun potensi bencana dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” ujar Daeng.
Selain pemantauan kondisi cuaca dan wilayah, BPBD juga mengamati titik-titik yang berpotensi mengalami bencana menggunakan sejumlah aplikasi kebencanaan, di antaranya InaRISK, InaSafe dan InaWARE BNPB.
Informasi peringatan dini cuaca juga terus dipantau melalui grup komunikasi prakiraan cuaca Jawa Barat, informasi BMKG, aplikasi Info BMKG, serta Warning Receiver System (WRS) New Generation untuk memantau informasi gempa bumi.
Menurut Daeng, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan BPBD dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Data kejadian yang masuk juga kami catat, olah dan rekap sebagai bahan pemantauan serta penanganan kebencanaan,” katanya.
Dalam laporan tersebut, Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan infografis kejadian bencana selama September 2026 sebagai bagian dari dokumentasi dan evaluasi kebencanaan di wilayah Kabupaten Sukabumi.






