SUKABUMI – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/11/2026) sore, mengakibatkan bencana angin puting beliung. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga unit rumah warga terdampak setelah atap salah satu rumah beterbangan dan menimpa bangunan lainnya.
Bencana terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Kampung Caringin Pasir RT 09 RW 03, Desa Caringin Kulon, Kecamatan Caringin.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, angin puting beliung menyebabkan atap rumah milik Ugan terangkat dan terbang hingga menimpa dua rumah milik Casmid dan Saepurohman. Akibatnya, kedua rumah tersebut tertimpa rangka atap yang terbawa angin.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Caringin, Usman, mengatakan bahwa kejadian tersebut dipicu kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang.
“Angin kencang menyebabkan atap rumah milik Pak Ugan terbang dan menimpa dua rumah warga lainnya, yakni rumah milik Pak Casmid dan Pak Saepurohman,” ungkap Usman dalam laporannya.
Usman menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat tiga unit rumah yang terdampak. Sementara itu, dua kepala keluarga dengan total empat jiwa terpaksa mengungsi untuk sementara waktu ke rumah saudara mereka.
“Untuk saat ini, pemilik rumah yang terdampak mengungsi ke rumah saudara. Selanjutnya, akan dilakukan gotong royong untuk menangani kerusakan pada bagian atap rumah,” jelasnya.
Usai menerima informasi dari perangkat desa, P2BK Caringin langsung melakukan asesmen ke lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan Camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas guna memastikan kondisi warga dan penanganan dampak bencana.
Sejumlah unsur turut mendatangi lokasi, di antaranya Polsek Caringin, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemerintah Desa Caringin Kulon, serta petugas P2BK.
Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini meliputi terpal dan bantuan bahan bangunan rumah (BBR) untuk mendukung penanganan sementara maupun perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.
Hingga Jumat sore, warga terdampak masih mengungsi di rumah kerabat sembari menunggu penanganan lebih lanjut. Upaya gotong royong juga direncanakan untuk membantu memperbaiki bagian atap rumah yang rusak.