SUKABUMI – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/11/2026), mengakibatkan sebuah pohon tumbang dan menimpa tiga rumah warga di Kampung Sukabakti, RT 02/09, Desa Sukamulya.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut menyebabkan bagian atap rumah warga mengalami kerusakan. Sejumlah genting dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang saat cuaca buruk melanda kawasan tersebut.
Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kejadian ini berdampak terhadap tiga kepala keluarga (KK) dengan total 13 jiwa. Warga yang terdampak kini dihadapkan pada kondisi rumah yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang membutuhkan penanganan segera.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikembar, Sudarmat, menyampaikan bahwa pohon tumbang diduga kuat dipicu oleh hujan deras yang disertai angin kencang.
“Akibat kejadian tersebut, pohon tumbang menimpa tiga rumah warga dan menyebabkan kerusakan pada bagian atap atau genting. Tercatat ada tiga KK dengan jumlah 13 jiwa yang terdampak,” ungkap Sudarmat.
Menurutnya, setelah menerima informasi kejadian, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Sukamulya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Satpol PP untuk melakukan asesmen dan penanganan di lokasi kejadian.
Hingga laporan diterima, proses evakuasi pohon yang menimpa rumah warga masih dilakukan secara manual oleh masyarakat setempat. Warga bergotong royong membersihkan material pohon agar tidak semakin menghambat penanganan kerusakan rumah.
Di tengah upaya tersebut, kebutuhan terpal menjadi salah satu hal yang mendesak. Material itu diperlukan untuk menutup bagian atap rumah yang rusak agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah, terutama apabila hujan kembali turun.
P2BK Cikembar juga merekomendasikan adanya bantuan terpal dan bahan material bangunan untuk membantu warga memperbaiki bagian rumah yang terdampak.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat membawa dampak bagi masyarakat, bahkan ketika hujan dan angin kencang hanya berlangsung dalam waktu singkat.
Di balik kerusakan tiga rumah tersebut, ada 13 jiwa yang membutuhkan perhatian dan bantuan agar dapat kembali menempati rumah dengan kondisi yang aman dan layak. Semangat gotong royong warga menjadi langkah awal dalam menghadapi dampak bencana, sembari menunggu dukungan bantuan dari pihak terkait.