BI Perwakilan Jabar, Sosialisasikan Upal dan Perlakuan pada Rupih

Andri Dwijaya saat melakukan sosialisasi sebagai perwakilan dari Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Rabu kemarin (16/11/22) di Hotel Asrilia, Kota Bandung.| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Sebagian kalangan masyarakat Indonesia banyak yang masih belum memiliki kesadaran soal memperlakukan pecahan uang kertas Rupiah dengan baik. Masih banyak ditemukan pecahan Uang Rupiah kertas yang masih di staples, dilipat, diremas, dibasahi, bahkan fisiknya ada yang dicorat-coret.

Dengan begitu akhirnya kebersihan uang kertas Rupiah menjadi kotor. lusuh dan bahkan mudah rusak. Sehingga dari perlakukan itu terkadang uang kertas Rupiah terkesan tidak memiliki nilai.

Baca juga:  KPA Kabupaten Sukabumi Sosialisasi Pencegahan AIDS di Desa Ciheulangtonggoh

Yang padahal tanpa uang Rupiah, kita tidak akan bertransaksi di negeri ini. Untuk itu, Banggalah, Cintailah dan pahamilah soal nilai Rupiah. Karena Rupiah merupakan alat pembayaran dan pemersatu masyarakat Indonesia dalam bertransaksi secara absah.

Hal itu tersiar secara langsung dalam sosialisasi melalui Program Bank Indonesia (BI) usai kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Jawa Barat di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Rabu (16/11/22) kemarin.

Pos terkait