Gerakan Nasional Trisakti Getarkan Kota Bogor, “Selamatkan Universitas Trisakti Jadi PTN”

DiskusiVberlangsung di Cafe and Resto The Teras Dara, Jl. Ahmad Yani No 52, Kota Bogor, Kamis, 20/07/2023.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Mengusung tema Gerakan Nasional Bumikan Trisakti, Petisi Batu Tulis II Kota Bogor Menuju Indonesia Emas 2045, gerakan ini mengajak para pihak melaksanakan seluruh amanat Bung Karno dan melestarikan seluruh peninggalan Sang Proklamator yang menjadi simbol spirit perjuangan Bangsa Indonesia khususnya di Kota Bogor.

Pemilihan Kota Bogor menjadi lokasi diskusi bukan tanpa alasan, salah satu tokoh Aktivis 98 Mulyadi dan Vayije Sitohang mengatakan, Bung Karno menjadikan Bogor sebagai tempat merenung, memikirkan tentang arah perjalanan bangsa ini.

“Kalau kita menilik sejarahnya Bung Karno, beliau lahir di Surabaya, masa kecil nya di Blitar, masa remajanya kembali ke Surabaya, dan di Surabaya itu beliau memahami dan mempelajari soal nilai- nilai agama, kemudian ketika dia ke Bandung, dia mempelajari tentang jati diri dan identitas diri, pada Saat jadi presiden, beliau memilih Bogor sebagai tempat merenungkan dan merefleksikan konsepsi- konsepsi berbangsa dan bernegara,” ucap Mulyadi panggilan akrab Kimung.

Baca juga:  Balai Kota Sukabumi Miliki SPKLU, Pertama di Jawa Barat

“Makannya kalau di Bogor dia datang, saya kira ini ada kolerasinya dengan sejarah Bung Karno pernah merancang, menata, menggodok soal bangsa dan negara tepatnya di batu tulis,” sambung Pajire kepada awak media.

Peserta Diskusi Dari Berbagai Elemen Pergerakan Antusias Membahas Konsepsi Tri Sakti. Di waktu yang bersamaan, Ketua Badiklat PDI Perjuangan, Yono Sudono berharap, lewat diskusi yang berlangsung di Cafe and Resto The Teras Dara, Jl. Ahmad Yani No 52, Kota Bogor, Kamis, 20/07/2023, kali ini rakyat Indonesia tidak meninggalkan sejarah.

“Selain tentang Trisakti dia juga berbicara tentang “Jas Merah”, kembali saya tekankan jas merah disini bukan melupakan, tapi meninggalkan sejarah”, tuturnya.

Yono menambahkan, Trisakti punya nilai sejarah, dan masyarakat Indonesia harus faham mengenai arti Trisakti di lihat dari sudut pandang sejarah.

Baca juga:  Tidak Lolos dan Merasa Dicurangi, Ratusan Pendukung Bakal Calon Kades Geruduk Kantor DPMD Sukabumi

“Berbicara tentang Trisakti, yang perlu kita fahami yaitu inti dari Trisakti itu sendiri, ini yang harus kita fahami karena bernilai sejarah,” tandasnya.

Momentum foto bersama usai gelar diskusi.| ist

Gerakan Nasional Bumikan Trisakti menggetarkan Kota Bogor, melalui diskusi yang diikuti oleh sejumlah tokoh gerakan aktivis seperti Masyarakat Indonesia Peduli Trisakti, Relawan Trisakti untuk Ganjar Pranowo Presiden 2024, Barikade 98 Jabar, Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSI), Zilennial Djoeang Jabar, Jaringan Simpul Pergerakan Rakyat Jabar untuk Ganjar Presiden 2024, diantaranya DR.Virna Sulfitri MBA, Akil Ginanjar Alfiat, Aab Abdul Malik dan sejumlah gerakan lain, bersepakat dengan sejumlah poin kesepakatan dalam bentuk Petisi Batu Tulis II yaitu:

1. Bumikan Nilai Nilai Trisakti merupakan Spritual Bangsa Pondasi Penting Menuju Indonesia Emas 2045

2. Selamatkan Universitas Trisakti yang merupakan Simbol Trisakti, aset negara menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTNBH), jangan dikuasai oleh agen Proxy yang akan menghancurkan NKRI dan Merah Putih.

Baca juga:  Peringati HUT Ke-61 Yon Armed 13 Nanggala Kostrad, Danyon Armed 13: Terus Laksanakan Tugas Negara dan Bangsa Dengan Baik

3.Pindahkan Makom Peristirahatan Presiden Soekarno dari Blitar ke Istana Batu Tulis sebagaimana pesan Bung Karno.

4. Bukukan, cetak secara khusus, serta masukan Pidato Bung Karno 1 Juni hati lahir Pancasila, pada kurikulum pendidikan nasional, untuk memperkuat kesadaran nilai nilai kebangsaan pada seluruh generasi muda bangsa.

5.Tuntaskan dengan cepat pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN)

6. Hormati seluruh situs tempat peninggalan Bung Karno, dengan tata kelola yang baik, serta memberikan jaminan kehidupan yang baik, pada seluruh keluarga para pahlawan pendiri bangsa, yang berjuang bersama Presiden Soekarno dalam mendirikan negara Indonesia

7. Menyatukan tekad perjuangan dalam satu gerakan bersama bergotongroyong, persatuan nasional dan memenangkan Ganjar Pranowo Presiden 2024, untuk kesinambungan Pembangunan Nasional dengan mewujudkan Kabinet Trisakti.**

Pos terkait