Lingkarpena.id, SUKABUMI – Demam Berdarah Dengue atau DBD jelang datangnya musim penghujan harus diwaspadai. Seperti yang dialami warga Cipangasih Desa Cidolog Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, sejak 7 hari lalu terkena serangan DBD.
Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti itu jangan dianggap remeh. Demam berdarah dengue mudah menular karena gigitan nyamuk pembawa virus dengue itu.
Supirman (58) warga Kecamatan Cidolog sejak 3 tiga haru lalu harus dirawat intensif di Rumah Sakit Sagaranten lantaran terkena virus dengue yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti.
| Baca juga: |
| Cegah DBD, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Fogging Kelurahan Babakan |
Berawal dirinya merasakan demam biasa saja layaknya sakit yang biasa dialaminya. Namun, setelah dirasakannya selama 4 hari, demam tak kunjung reda dan akhirnya memutuskan untuk diperiksakan melalui rumah sakit.
“Setelah saya komunikasi dengan keluarga dan memutuskan untuk mendapatkan tindakan medis di rumah sakit, saya divonis DBD,” ujar Pria paruh baya asal Cidolog itu, saat ditemui lingkarpena.id di RS Sagaranten, Selasa (26/10) siang.
Supirman menuturkan, ia mengira gejala yang dirasakannya beberapa hari itu adalah terjangkit covid-19. Kata Supirman, padahal ia sudah melaksanakan vaksinasi belum lama ini. Ternyata gejala yang dideritanya merupakan virus dengue atau DBD yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.






