LINGKARPENA.ID – Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kota dan Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan International Labour Organitation (ILO) menggelar Executive Breafing Deklarasi Komitmen Non Diskriminasi HIV/AIDS. Kegiatan yang berikut pelatihan Peer Conselor Sebaya itu, digelar di Hotel Horison Sukabumi, Senin 29 November 2021.
Acara menyongsong peringatan hari AIDS itu, dibuka oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi yang dihadiri Wakil Presiden Sarbumusi Sukitman Sujatmiko. Turut hadir perwakilan ILO dr. Maya Trisiswati, Pejabat Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Jawa Barat, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi dr. Lulis Delawati dan pejabat lainnya.
Dalam sambutannya Achmad Fahmi mengungkapkan, kegiatan yang diselenggarakan oleh Sarbumusi Kota dan Kabupaten Sukabumi ini akan sangat berarti dan memberikan kontribusi untuk penanganan masalah HIV/AIDS di Sukabumi khususnya.
“Saya berterimakasih atas langkah-langkah yang dilakukan Sarbumusi ini. Walaupun utamanya mengurus perburuhan, namun dalam programnya ada yang menyentuh bidang penaggulangan masalah HIV/AIDS, khususnya di wilayah Sukabumi,” ungkap Fahmi.
Usai acara, ditemui awak media kepada wartawan Achmad Fahmi mengatakan, penanganan kasus HIV/AIDS di Kota dan Kabupaten ini harus menjadi prioritas.
“Yang menjadi tugas kita, pertama bagaimana menekan kasus baru. Kedua bagaimana menghilangkan angka kematian. Dan yang ketiga bagaimana menghilangkan diskriminasi,” terangnya.
Lanjut Fahmi, berkaitan dengan upaya menghilangkan diskriminasi, maka tugas kita semua menyampaikan kepada masyarakat agar tidak mencaci, tidak memaki dan tidak menjauhi mereka yang terpapar HIV/AIDS. “Tagline yang terus kita sampaikan, jauhi penyakitnya dan bukan orangnya,” tegas Achmad Fahmi.
Ditempat yang sama, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dr. Lulis Delawati mengungkapkan, kasus HIV/AIDS di Kota Sukabumi dari Januari sampai Oktober 2021 ada 123 kasus baru. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 136 kasus, memang ada terjadi penurunan.
“Ini bukan hanya di Kota Sukabumi saja, tapi secara global dan nasional juga untuk insiden maupun kematian HIV/AIDS terjadi penurunan. Tapi bagaimanapun juga saat ini masih terjadi epidemi HIV/AIDS. Dinkes terus mengejar target Nasional tahun 2030 Indonesia bebas AIDS. Ya dengan strategi 3 zero, yang meliputi zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS dan zero stigma dan diskriminasi,” kata Lulis.
Sementara Wakil Presiden Sarbumusi Sukitman Sujatmiko berharap, penyelenggaraan “Executive Breafing – Deklarasi Komitmen Non Diskriminasi HIV/AIDS dan Pelatihan Peer Conselor Sebaya” ini bisa memberikan penguatan terhadap upaya-upaya penanganan masalah HIV/AID, di wilayah Sukabumi.
“Pertama sebagai upaya Promotif, Preventif dan Kuratif pada penderita ODHA. Kedua kita juga mengantisipasi anggota kita di sektor transportasi. Ya minimal tidak teridentifikasi sebagai sebagai ODHA,” jelas Sukitman.
Pada acara tersebut juga dilakukan penandatangan Deklarasi Komitmen Non Diskriminasi HIV/AIDS, masing-masing oleh Ketua Sarbumusi Kota dan Kabupaten Sukabumi, Wakil Presiden Sarbumusi, Walikota Sukabumi, Pejabat Dinkes Kota Sukabumi, Pejabat Disnakertrans kota Sukabumi, Ketua Organda Sukabumi, Kepala Terminal Sukabumi dan Pejabat Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Jawa Barat.(***)
Reporter: Lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin






