LINGKARPENA.ID | Peristiwa bencana alam berupa tanah longsor pada Selasa (18/2) sekira pukul 15.00 WIB, terjadi di dua lokasi di Kabupaten Sukabumi, yakni di Kecamatan Gunungguruh dan Kecamatan Gegerbitung.
Dalam rilisnya BPBD Kabupaten Sukabumi menyebutkan bencana tanah longsor itu terjadi akibat cuaca ekstrim berupa hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama yang terjadi pada Selasa (18/2).
Di Kecamatan Gegerbitung, bencana tanah longsor terjadi di Kampung Cipariuk RT 03 RW 01, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung.
“Tebing yang ada di samping masjid Darul Falah, ambrol dan menimpa tiang pilar masjid. Akibatnya tiang tersebut patah,” kata Opik, P2BK Gegerbitung.
Sambung Opik, selain patahnya tiang masjid material longsoran pun mengancam 1 unit rumah milik Riki yang dihuni 1 kepala keluarga dengan 4 jiwa.
Sementara bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Gunungguruh, tepatnya di Kampung Legok Nyenang RT 06/10, Desa Cibolang, mengancam dua unit rumah warga atas nama Bubun (70) tahun dan Asep (45) tahun.
“Hujan yang cukup lama mengakibatkan TPT terbawa longsor dengan panjang 5m Tinggi 4m dan mengancam 2 unit rumah, 2 Kepala keluarga dengan 6 jiwa,” kata Ade, P2BK Gunungguruh.
P2BK Gunungguruh dan Gegerbitung perangkat desa masing masing ,tagana, babinsa ,babinmas, Satpol PP dan relawan guna assessment ke lokasi kejadian.






