Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani: Kabupaten Sukabumi Miliki Potensi Pertanian yang Luar Biasa

Komandan Satuan Tugas Ketahanan Pangan TNI AD, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, saat berada di Kabupaten Sukabumi.| dok. Istimewa

LINGKARPENA.ID | Sejumlah kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Sukabumi mendapatkan bantuan peralatan pertanian. Bahkan Dansatgas Ketahanan Pangan TNI AD, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani terjun langsung guna memastikan bantuan tersebut.

Adanya bantuan peralatan pertanian berupa pompa air dan traktor dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melalui Kementerian Pertanian kepada kelompok tani di Kabupaten Sukabumi telah meningkatkan semangat para petani.

Hal ini diharapkan oleh Komandan Satuan Tugas Ketahanan Pangan TNI AD, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, khususnya menjelang musim panas atau kemarau.

Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan harapannya saat mengunjungi tandon air di Kampung Mariuk, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, yang merupakan hasil kerja sama antara TNI Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi dan CSR PLTU Jabar 2 Palabuhanratu.

Baca juga:  Bukber Ketua  KTNA Kota Sukabumi  Beri Santunan Anak Yatim    
Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani saat berfoto bersama di lokasi tandon air di Kampung Mariuk, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan.| ist

“Dengan keadaan saat ini yang mungkin sudah menjelang musim panas, yakni bulan Juni, Juli, dan Agustus nanti, serta informasi dari BMKG tentang kemungkinan adanya El Nino, kita perlu mengantisipasinya bersama,” ungkapnya Kamis (30/5).

“Ini merupakan dorongan bagi kita untuk lebih semangat lagi mengatur air, sehingga para petani bisa bercocok tanam secara maksimal dengan bantuan pompa yang diberikan Presiden melalui Menteri Pertanian,” tambahnya.

Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa hasil pengamatan dari kunjungan selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, di beberapa lokasi pertanian menunjukkan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi yang luar biasa.

“Dari tim Satgas Pangan AD, kunjungan selama dua hari di Desa Cidadap menunjukkan bahwa hasil panen rata-rata mencapai 8-9 ton, di atas rata-rata nasional yang hanya 7 ton, ini menunjukkan prospek yang luar biasa,” jelasnya.

Baca juga:  Pengakuan Kades Cijangkar Soal Projek Siluman Diduga Milik Dewan

Menurut Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, potensi yang luar biasa ini harus didorong secara maksimal agar petani tidak mengalami kerugian. Program bantuan dari Presiden, Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Kasad berupa pompanisasi dilaksanakan oleh seluruh jajaran Kodim di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah, saat ini ada program bantuan pompa air dan traktor untuk meningkatkan indeks tanam yang tadinya hanya 2 kali atau 1 kali tanam, bisa menjadi 3 kali tanam dan panen,” terangnya.

“Dengan 3 kali tanam, jumlah panen akan luar biasa. Tim penyuluh melaporkan bahwa hasil panen di Desa Cidadap mencapai 18 ribu ton sekali panen, ini bisa surplus dan menjadi komoditas utama masyarakat Cidadap,” tambahnya.

Baca juga:  Dorong Produktivitas Pertanian, Wabup Minta Penyuluh Tingkatkan Kolaborasi

Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menekankan bahwa potensi ini baru di Desa Cidadap, belum di desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi. Potensi sumber air cukup melimpah, namun dengan kontur yang bervariasi, diperlukan pompanisasi untuk mendorong air dari bawah ke atas, khususnya untuk sawah tadah hujan.

“Inilah keberadaan pompa yang kita maksimalkan untuk membantu para petani agar dapat bertahan dan menanam minimal 3 kali,” paparnya.

“Ini prestasi luar biasa dan besar harapan saya agar seluruh stakeholder di Sukabumi, baik Bupati, Dandim, Kapolres, dan seluruh masyarakat bersatu padu untuk mensukseskan program ini,” pungkasnya.

Pos terkait