Muhammad Akhsan, Anak yang Diduga Stunting dan Pengidap Paru Meninggal Dunia di RSUD Palabuhanratu

FOTO: Jenazah Muhammad Akhsan saat berada di rumah duka di Desa Wangunsari Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Muhammad Akhsan G (2) tahun anak bungsu dari pasangan Suami-isteri H G (32) dan E (33) warga Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, yang didiagnosa mengidap penyakit berat, meninggal dunia pada Jumat, 24 Mei 2024 sekira pukul 14.30 WIB di RSUD Palabuhanratu.

Diketahui Muhammad Akhsan tutup usia saat masih mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Palabuanratu selama 7 hari.

” Kami sudah mengikhlaskan, kami tak’an melihat lagi tangisan si Dede menahan rasa sakit, ” ucap (Ibunda Akhsan) E, kepada lingkarpena, Jumat malam.

Baca juga:  Ini Sosok Ayi Permana Bacalon DPRD Dapil III Kota Sukabumi

Sebelum meninggal, kata E, ada pirasat yang dialaminya. Sejak pagi anaknya tidak mau ditinggal, ia selalu merengek kalau E menjauhinya.

Ti enjing tadi alimeun dikantun ku abdi. Anu masih kadangu ku abdi, mama… Mama… abdi ulaheun kamamana, panangana tutunjuk wae kana bantal anu
disarean ku anjeuna, abdi dipiwarang bobo gigireuna,”

“Dari pagi gak mau ditinggalin sama saya. Yang masih saya dengar dia manggil mangil mama…mama… Saya gak boleh kemana mana. Tangannya menunjuk terus ke bantal yang ia tidurin. Isyarat, saya disuruh tidur dipinggir dia,” kenang E, sambil mata berkaca kaca.

Baca juga:  Miris Pasutri di Surade Setahun Tinggal di Bekas Kandang Sapi

Dijelaskan E, selama dalam pengobatan di RSUD Palabuanratu ia mendapat pelayanan yang baik dan maksimal. Bahkan, seluruh biaya pengobatan  Akhsan itu gratis.

“Saya akui, penanganan pihak rumah sakit sudah maksimal, mereka sudah berusaha, namun Allah berkehendak lain,” imbuh E.

Menurut ibu kandung Khsan, menambahkan, sakit yang dialami anaknya tersebut kurang lebih sudah berjalan 5 bulan. Selama itu acap dibawa berobat ke puskesmas setempat. Namun pada Kamis, 16 Mei 2024, kondisi anaknya itu kian memburuk.

Baca juga:  Sejumlah Seniman Berbagai Daerah di Indonesia Lakukan Riset Budaya di Pajampangan Sukabumi

E mengaku pemerintah Kecamatan Cisolok dan Pemdes Wangunsari sudah membantu dalam penanganan anaknya. Dan, kata Ibu balita ini, BPJS untuk pengobatan anaknya sudah difasilitasi oleh pihak pemdes.

Diketahui, E sendiri merupakan salah seorang kader di Desa tersebut. Selain itu ia pun tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos BPNT.

Pos terkait